Category Archives: Uncategorized

60% Ibu Lahir Prematur Lahirkan Bayi Prematur

inmagine.com

Seorang ibu yang lahir prematur, 60% berisiko lahirkan bayi prematur di kehamilan pertama.

Studi di Universitas Aberdeen menemukan seorang ibu yang lahir prematur atau memiliki saudara yang lahir prematur 60 persen berisiko melahirkan bayi prematur pada kehamilan pertama.

Pada kehamilan berikutnya, potensi kelahiran prematur menurun menjadi 50 persen. Temuan berdasarkan data ibu dan anak perempuan yang melahirkan di Aberdeen antara September 1948 dan Maret 2008.

Peneliti menggunakan data catatan bersalin 22.343 pasangan ibu-anak untuk mengeksplorasi kemungkinan penyebab genetik kelahiran prematur spontan. Kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian pada bayi baru lahir dan salah satu pemicu masalah jangka panjang seperti cerebral palsy.

Dr Sohinee Bhattacharya, dosen Kebidanan Epidemiologi di University of Aberdeen mengatakan, hubungan antara ibu yang lahir prematur dan menyebabkan kelahiran prematur pada bayi mereka digunakan untuk memprediksi dan mencegah kelahiran prematur pada kehamilan berisiko tinggi.

“Penelitian kami mendukung adanya kecenderungan genetik pada janin untuk lahir prematur. Penelitian lebih lanjut harus berfokus pada identifikasi gen yang menyebabkan kondisi tersebut,’ katanya seperti dilansir laman Telegraph.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetri dan Ginekologi Amerika didasarkan pada dataset bank data bayi di Aberdeen Maternity. Temuan dianggap unik dan sangat berguna, karena kota ini memiliki populasi stabil dan sebagian besar perempuan di kota Aberdeen melahirkan di rumah sakit yang sama. (umi)• VIVAnews

Advertisements

Ayah Juga Bisa Alami ‘Baby Blues’

inmagine.com

Tak hanya ibu, depresi pasca-melahirkan atau ‘baby blues’ juga bisa dialami ayah.

Depresi dan stres pasca-melahirkan atau biasa disebut ‘baby blues’, seringkali dialami para ibu. Namun, ternyata sang ayah juga bisa mengalaminya. Kecenderungannya adalah pada saat anak mencapai usia 12 minggu, sebanyak satu dari empat orang ayah merasa depresi.

Gejala tersebut dalam penelitian yang dilakukan tim dari Eastern Virginia Medical School, di Amerika Serikat, bukan hormonal tetapi karena tekanan menjadi ayah baru. Tekanan yang mereka rasakan termasuk biaya perawatan anak, perubahan hubungan dengan istri saat keintiman menjadi berkurang, dan rasa takut karena tanggung jawab yang besar menjadi seorang ayah.

Pada minggu-minggu awal, ayah juga mengalami kurang tidur, dan sering bekerja ekstra dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Di tambah lagi, ayah harus bekerja keesokan harinya. Hal ini menurut para ahli kesehatan mental, bisa membuat ayah stres.

Penelitian ini menempatkan rata-rata tingkat depresi yang terjadi pada ayah baru pada 10,4 persen, dua kali lipat dari estimasi sekitar 4,8 persen untuk semua pria, dalam periode 12 bulan. Sekitar delapan persen depresi muncul 12 minggu sebelum dan setelah melahirkan.

Penelitian yang dikepalai oleh Dr. James Paulson, melakukan review pada 43 penelitian yang melibatkan 28.000 orang. Mereka menemukan, baik pria ataupun wanita akan merasa lebih stres menjadi orangtua baru, jika pasangannya tidak bisa mengatasi stres dengan baik.

Diperkirakan satu dari sepuluh wanita mengalami depresi pasca melahirkan meskipun mereka sebelumnya tidak mengalami masalah kejiwaan. Tanpa perawatan, kondisi tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi, perasaan depresi bisa muncul kembali enam bulan kemudian.

“Masalah depresi usai melahirkan menjadi hal serius. Jika berlangsung lama dan tidak segera diatasi bisa menciptakan emosi dan perilaku tidak stabil yang bisa berpengaruh negatif pada perkembangan anak-anak,” kata Dr. Paulson seperti dikutip dari Daily Mail. (umi)• VIVAnews

Tips Mencegah Toxoplasmosis Saat Hamil

inmagine.com

Toxoplasmosis adalah suatu infeksi protozoa Toxoplasmosa gondii, yang biasanya terjadi melalui kontak dengan tinja kucing, makan makanan mentah, atau makanan daging yang terkontaminasi dengan toxo ini. toxoplasmosis sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandunganya. toxoplasmosis beresiko terjadinya keguguran, dan beberapa masalah kesehatan pada bayi yang lahir dan terinfeksi virus ini. beberapa masalah kesehatan yang timbul biasanya kelainan kongenital cacat, pembesaran hati dan limpa, Kekuningan pada kulit dan mata, infeksi mata yang berat, dll.

beberapa tips mencegah toxoplasma :

  • Hindari makan makanan yang dimasak setengah matang atau mentah.
  • Bersihkan sayuran dan buahan sebelum dimakan dengan benar.
  • jangan lupa menggunakan sarung tangan saat membersihkan sampah atau tempat sampah , atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya.
  • Pakailah sarung tangan bila anda ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan anda, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.
  • lakukan test toxoplasmosis saat merencanakan kehamilan, agar saat anda hamil anda benar-benar dalam kondisi sehat.
  • Bersihkan tangan, alat-alat dapur ) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya.
  • Jangan minum susu UNPASTEURIZED dari hewan..

Perkembangan Indera Janin dalam Kandungan

inmagine.com

Janin dalam kandungan, bukanlah seperti sebuah gumpalan daging yang tak dapat mendengar dan melihat. Sebelum lahir, sistem syaraf dan berbagai macam indera janin sudah sempurna, dengan demikian dapat bereaksi terhadap berbagai macam rangsangan dari luar maupun dalam tubuh ibu.

Apakah janin dapat mendengar suara?
Tentu bisa. Hal ini telah dibuktikan bahwa pada saat usia janin menginjak enam bulan, dia sudah memiliki segala kemampuan untuk mendengar.

Yang sering didengar oleh janin adalah : suara aliran darah yang melalui plasenta, suara denyut jantung ibu, suara udara dalam usus, suara pembicaraan ibu serta berbagai macam suara musik dari luar kandungan. Semua ini akan membentuk sebuah simfoni unik yang membuat janin melakukan reaksi tertentu. Sang ibu juga dapat merasakan perubahan gerakan janin.

Berdasarkan pengamatan ahli, seorang ibu yang tengah mengandung apabila bertengkar dengan orang lain, dapat menimbulkan reaksi marah pada si janin.

Janin akan memukul dan menendang kandungan ibu, ini sebenarnya adalah peningkatan terhadap gerakan janin. Sewaktu sang ibu tengah berjalan di jalan raya, bunyi klakson mobil yang keras juga dapat membuat janin merasa kurang nyaman. Hal ini akan menyebabkan janin melakukan aksi protes dan melakukan gerakan keras.

Pada waktu menghadiri konser, apabila sang ibu hamil tenggelam dalam musik ringan yang merdu dan indah, si “pendengar cilik” didalam perut pun melakukan gerakan lembut dan berirama. Namun ketika tepuk tangan penonton bergemuruh, acap kali menyebabkan si janin terkejut dan tidak tenang.

Apakah janin telah memiliki daya penglihatan ?
Terhadap rangsangan penglihatan, janin tidak acuh. Janin hidup dalam kegelapan di kandungan ibu, pada saat usia janin menginjak bulan ke empat, dia sudah sangat peka terhadap cahaya.

Para peneliti pernah melakukan uji coba dengan lampu senter. Secara teratur peneliti menyinari perut ibu, dan mendapatkan bahwa sepasang mata janin terbuka. Wajah janin menghadap kearah cahaya serta denyut jantungnya mengikuti perubahan yang teratur.

Disaat kehamilan telah menginjak usia tua, apabila disinari dengan sorot lampu, gerakan mata janin akan terlihat lebih kuat. Akan tetapi bila hal ini terus dilakukan, si janin menjadi tenang kembali.

Selain itu melalui alat EEG (Elektroensefalogram /alat pengukur grafik kerja otak), otak besar janin dapat bereaksi terhadap kelap-kelip cahaya.

Daya penglihatan bayi ketika baru lahir hanya mencapai 30-40 cm. Ini kebetulan sesuai dengan jarak panjang posisi dalam kandungan, dan menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir, di sisi lain masih mempertahankan kebiasaan hidupnya saat dalam kandungan.

Apakah janin telah memiliki indera peraba ?
Indera peraba pada janin lebih dini muncul dibanding indera pendengar. Penelitian mendapatkan bahwa, disaat janin telah berusia dua bulan, dapat bereaksi terhadap sentuhan yang lembut dan tusukan.

Pada usia janin sekitar 4-5 bulan, apabila bibir atas atau lidahnya disentuh, maka mulutnya dapat bereaksi membuka dan menutup. Gerakannya seperti sedang menghisap.

Para peneliti juga mengamati dan menemukan apabila menggunakan batang kecil menyentuh telapak tangan janin, dia akan segera menggenggam kencang kepalan tangannya. Hal ini cukup membuktikan bahwa terdapat fungsi indera peraba pada janin.

Apakah janin juga telah memiliki indera perasa ?
Tentu. Pada saat usia kehamilan menginjak empat bulan, pertumbuhan indera perasa pada lidah janin sudah sempurna. Janin dapat dengan penuh selera menikmati air ketuban yang rasanya sedikit asin .

Ilmuwan Albert dari Selandia Baru melakukan uji coba sederhana untuk membuktikan hal tersebut. Disaat dia memasukkan sakarin kedalam air ketuban ibu hamil, dia menemukan bahwa janin dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya menghisap air ketuban. Akan tetapi ketika dia menuangkan minyak berbau tidak enak ke dalam kandungan, si janin segera berhenti mengisap air ketuban, bahkan berontak dalam perut, menyatakan ketidaksukaanya.

Dengan demikian janin ternyata dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga.

Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si janin. Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri.

Disamping itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin.

Artikel Terkait :

Senyum Bayi dapat meningkatkan kecerdasan


inmagine.com

Anda pasti tidak menyangka, bahwa senyuman bayi anda ternyata bisa meningkatkan kecerdasan otak anda. Hal tersebut dibuktikan oleh Lane Strathearn, seorang dokter dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika. Menurut risetnya, senyum bayi adalah stimulus atau rangsangan yang kuat bagi otak ibu.

Anda pasti tidak menyangka, bahwa senyuman bayi anda ternyata bisa meningkatkan kecerdasan otak anda. Hal tersebut dibuktikan oleh Lane Strathearn, seorang dokter dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika. Menurut risetnya, senyum bayi adalah stimulus atau rangsangan yang kuat bagi otak ibu.

Saat bayi tersenyum, sistem dopaminergic di dalam jaringan otak ibu akan langsung bekerja aktif dan mempengaruhi tingkat kecerdasan otak Namun, kerja otak ini hanya terjadi jika senyuman tersebut datang dari bayi anda sendiri bukan bayi orang lain. Sebaliknya bayi yang tidak tersenyum atau hanya menampilkan wajah netral atau bahkan sedih, secara otomatis tidak akan menimbulkan reaksi tersebut pada otak ibu nya.

Selain mampu meningkatkan kecerdasan otak, senyuman tersebut ternyata juga mampu menghangatkan dan meluluhkan hati sang ibu. Ekspresi bahagia bayi juga dapat menimbulkan efek luar biasa pada otak ibu yang mungkin dapat dianalogikan sebagai ekstasi pembangkit energi.

Itulah sebabnya, meskipun anda lelah setelah beraktivitas mengurus rumah tangga atau bekerja dikantor, senyuman bayi anda dapat meringankan perasaan lelah tersebut. Ditambah lagi bila anda melihat berbagai tingkah pola bayi anda yang menggemaskan dan mengagumkan serta tawa renyahnya yang bisa meluluhkan perasaan lelah anda. Bahkan, bukan tak mungkin jika perasaan tersebut akan membangkitkan reaksi otak yang membuat kecerdasan anda meningkat.

Jika anda ingin selalu membawa kegembiraan pada hari-hari anda, cobalah terapi berikut ini. Sering-seringlah memotret dan mengabadikan kelucuan, senyuman, tingkah pola dan tawa bayi anda lewat media foto maupun video. Dengan memandang aksi dan gambar foto si kecil tersebut, anda pasti akan merasakan perasaan yang menyenangkan dan gembira. Selamat menikmati indahnya menjadi seorang ibu!.

%d bloggers like this: