Blog Archives

Senyum Bayi dapat meningkatkan kecerdasan


inmagine.com

Anda pasti tidak menyangka, bahwa senyuman bayi anda ternyata bisa meningkatkan kecerdasan otak anda. Hal tersebut dibuktikan oleh Lane Strathearn, seorang dokter dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika. Menurut risetnya, senyum bayi adalah stimulus atau rangsangan yang kuat bagi otak ibu.

Anda pasti tidak menyangka, bahwa senyuman bayi anda ternyata bisa meningkatkan kecerdasan otak anda. Hal tersebut dibuktikan oleh Lane Strathearn, seorang dokter dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika. Menurut risetnya, senyum bayi adalah stimulus atau rangsangan yang kuat bagi otak ibu.

Saat bayi tersenyum, sistem dopaminergic di dalam jaringan otak ibu akan langsung bekerja aktif dan mempengaruhi tingkat kecerdasan otak Namun, kerja otak ini hanya terjadi jika senyuman tersebut datang dari bayi anda sendiri bukan bayi orang lain. Sebaliknya bayi yang tidak tersenyum atau hanya menampilkan wajah netral atau bahkan sedih, secara otomatis tidak akan menimbulkan reaksi tersebut pada otak ibu nya.

Selain mampu meningkatkan kecerdasan otak, senyuman tersebut ternyata juga mampu menghangatkan dan meluluhkan hati sang ibu. Ekspresi bahagia bayi juga dapat menimbulkan efek luar biasa pada otak ibu yang mungkin dapat dianalogikan sebagai ekstasi pembangkit energi.

Itulah sebabnya, meskipun anda lelah setelah beraktivitas mengurus rumah tangga atau bekerja dikantor, senyuman bayi anda dapat meringankan perasaan lelah tersebut. Ditambah lagi bila anda melihat berbagai tingkah pola bayi anda yang menggemaskan dan mengagumkan serta tawa renyahnya yang bisa meluluhkan perasaan lelah anda. Bahkan, bukan tak mungkin jika perasaan tersebut akan membangkitkan reaksi otak yang membuat kecerdasan anda meningkat.

Jika anda ingin selalu membawa kegembiraan pada hari-hari anda, cobalah terapi berikut ini. Sering-seringlah memotret dan mengabadikan kelucuan, senyuman, tingkah pola dan tawa bayi anda lewat media foto maupun video. Dengan memandang aksi dan gambar foto si kecil tersebut, anda pasti akan merasakan perasaan yang menyenangkan dan gembira. Selamat menikmati indahnya menjadi seorang ibu!.

Bayi Happy, Dewasa Bahagia

inmagine.com

Perkembangan emosi yang stabil pada bayi sangat dibutuhkan supaya pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikisnya berlangsung optimal.

Bayi yang secara emosi stabil dan nyaman biasanya akan lebih mudah diberikan asupan makanan sehingga pertumbuhan fisiknya bagus, lebih mudah diajak berkomunikasi sehingga informasi yang masuk dapat memperkaya pengetahuannya, lebih kreatif, lebih tenang, dan sebagainya.

Untuk menata emosi bayi, inilah beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua sejak bayi berada di kandungan maupun setelah ia dilahirkan, sebagaimana dipaparkan oleh Dra.Louise, M.M, Psi, dari Parent Education Program RSAB Harapan Kita Jakarta.

Saat di kandungan
Ibu hamil harus mampu mengontrol emosinya dengan baik. Jika ibu membiarkan emosinya meledak-ledak, marah, takut, sedih, atau bahkan terlalu gembira akan berpengaruh pada pertumbuhan psikis bayi karena ia ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya.

Saat ibu marah, misal, jantung ibu akan berdetak lebih kencang, otot-otot berkontraksi, gerakan usus bergejolak, dan sebagainya. Bila kejadian ini sering muncul, kelak bayi akan mudah rewel, mudah was-was, bahkan mudah sekali menangis.

Setelah dilahirkan
Setelah si kecil lahir, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua:

– Sering berkomunikasi
Komunikasi bisa kita lakukan mengenai hal-hal yang dekat dengan bayi, membicarakan kebahagiaan kita dengan kehadiran bayi, tubuh bayi yang montok, wajahnya yang lucu, mendongeng, dan sebagainya. Berkomunikasilah dengan kalimat yang lembut, sikap penuh kasih sayang, belaian tangan, sehingga bayi merasa nyaman dan otomatis emosinya stabil.

– Tidak menunjukkan emosi negatif
Tak hanya melihat atau mendengar orangtua bertengkar yang bisa membuat bayi stres. Ibu atau ayah yang suka menunjukkan gejolak emosi negatif, entah marah, sedih, kesal, atau yang lainnya secara berlebihan juga bisa membuat bayi stres.

– Pijat bayi
Tak hanya orangtua yang senang dengan pijatan, bayi pun menyukainya. Sebab, pijat dapat menyamankan otot-otot yang pegal dan kaku serta memperlancar sirkulasi darah. Tentu pijatan yang dilakukan terhadap bayi harus benar dan oleh ahlinya atau oleh ibu yang sudah mengikuti pelatihan memijat bayi.

– Memberi ASI
Selain bermanfaat untuk kesehatan fisiknya, tak dipungkiri jika ASI dapat membangun mental bayi lebih kuat.

– Jangan menuding atau mencap
Meski masih bayi sebaiknya kita tidak menuding atau mencap negatif. Misal, bayi sering pipis atau pup di celana, menumbahkan makanan, atau sering rewel, jangan pernah terucap padanya kata-kata negatif kepadanya, seperti “anak jelek”, bodoh, dasar nyusahin”, dan sebagainya. (www.tabloid-nakita.com)

%d bloggers like this: