Category Archives: Problem & Penyakit pada Bayi dan Anak

Berbagai penyakit pada anak dan masalahnya.

Bagaimana jika Bayi Kegemukan

Cegah Obesitas pada Bayi dan Balita

inmagine.com

London: Obesitas tak hanya melanda orang dewasa. Kini, balita pun rawan kegemukan. Untuk itu sejak masih kecil sebaiknya balita dibiasakan olahraga setidaknya tiga jam seharinya.

Pakar kesehatan percaya bayi seharusnya berenang dan didorong untuk melakukan senam. Dan balita harus berjalan minimal selama 15 menit seperti berjalan rutin ke kamar bayi.

Panduan olahraga ini dikeluarkan bagi anak-anak balita untuk pertama kalinya dan akan dikeluarkan pekan ini di tengah kekhawatiran ancaman obesitas. Pejabat Kesehatan di Inggris Sally Davies mengatakan dengan berolahraga mereka bergerak dan berguna untuk kesehatan.

“Ada bukti dengan membiarkan anak-anak merangkak, bermain, atau berguling-guling di lantai penting selama tahun pertama”.

“Bermain memungkinkan balita untuk bergerak dan tiga jam sehari adalah penting,” jelasnya.

“Saya pikir ada orangtua yang tidak menyadari betapa pentingnya secara fisik aktif bagi anak-anak mereka minimal selama tiga jam”.

Profesor Fiona Bull, yang merupakan Asisten Direktur British Heart Foundation National Centre for Physical Activity di Loughborough University juga memperingatkan anak-anak seharusnya mengurangi menonton televisi.

Angka NHS menunjukkan hampir seperempat anak-anak berusia empat dan lima tahun kelebihan berat badan atau obesitas. Para ahli memperkirakan 63 persen anak-anak bisa kelebihan berat badan pada tahun 2050 jika tren ini terus berlanjut.

Pedoman yang merupakan peringatan di Inggris ini akan dikeluarkan menghadapi bom waktu penyakit hati, sebab banyak anak-anak yang kelebihan berat badan. Profesor Martin Lombard dari Departemen Kesehatan berkata budaya makan berlebihan menempatkan lebih dari 500.000 nyawa orang muda berisiko.(TheSun/MEL)

Gumoh Atau Muntah Pada Bayi Normalkah?

inmagine.com

Gumoh pada bayi harus tetap diwaspadai.

Muntah pada bayi di bawah usia 1 tahun biasa disebut dengan gumoh (Refurgitasi). Gumoh wajar terjadi pada bayi, sebab kerja saluran cerna pada bayi belum sempurna.

“Karena belum matangnya pintu antara kerongkongan dengan lambung, sehingga menimbulkan gumoh pada bayi, ini wajar,” kata dr. Badriul Hegar, Dokter spesialis saluran cerna pada anak yang ditemui dalam acara Women Health Expo 2010 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat 5 Februari 2010.

Gumoh pada bayi biasanya terjadi setelah makan atau minum ASI. Frekwensi normalnya bisa terjadi 4 kali atau lebih dalam sehari, dan berlangsung singkat.

Tapi gumoh seperti apa yang harus diwaspadai?

1. Jika anak rewel saat makan dan setelah gumoh

2. Si kecil menolak minuman

3. Berat badan tidak naik

4. Ada bercak darah pada muntahan

5. Terjadi setiap saat

6. Berlangsung lama

7. Ada gejala klinis akibat iritasi kerongkongan

Ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa gumoh yang terjadi pada bayi bukanlah gumoh biasa. Orangtua harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter, karena bisa saja akibat gumoh yang terlalu sering menyebabkan luka pada bagian saluran cerna si kecil. “Tapi gumoh walaupun normal pada bayi tetap harus diwaspadai,” jelas Hegar lagi.

Meski demikian saat terjadi gumoh, orangtua juga harus melakukan tindakan yang tepat, untuk mengatasinya orangtua harus tenang, tegakkan posisi bayi saat gumoh agar tidak masuk ke dalam hidung dan meski gumoh tidak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI, karena ASI tidak memiliki efek samping.

Untuk itu, jangan sepelekan gumoh pada bayi jika terjadi hal-hal aneh atau kondisi yang tidak biasa.• VIVAnews

Top Articles :

Kenali Tanda-tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

inmagine.com

Ini hal penting yang harus diperhatikan.

Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir. Bayi baru lahir biasanya mudah sakit, jika sakit bisa berubah cepat menjadi kondisi yang serius dan berat. Bahkan, bisa menyebabkan bayi meninggal dunia.

Gejala sakit pada bayi baru lahir memang sulit dikenali. Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapat pertolongan sehingga dapat mencegah kematian.

Rata-rata bayi yang baru lahir banyak yang meninggal karena terlambat mengetahui tanda bahaya, terlambat memutuskan membawa bayi berobat ke dokter dan terlambat sampai ke tempat berobat.

Untuk mewaspadainya kenalilah tanda bahaya pada bayi baru lahir seperti di bawah ini:

1. Bayi Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Dan ini tandanya bayi terkena infeksi berat.

2. Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gejala atau gerakan yang tak biasa dan terjadi secara berulang-ulang seperti menguap, mengunyah, menghisap, mata berkedip-kedip, mata mendelik, bola mata berputar-putar dan kaki seperti mengayuh sepeda yang tidak berhenti kemungkinan bayi kejang.

3. Bayi lemah. Bergerak jika hanya dipegang. Ini tandanya bayi sakit berat.

4. Bayi Sesak nafas 60 kali permenit.

5. Bayi merintih. Ini tanda bayi sakit keras.

6. Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampai ke dinding perut tandanya sudah terjadi infeksi berat.

7. Demam. Suhu tubuh bayi lebih dari 37,5 derajat celcius atau tubuh teraba dingin suhunya dibawah 36,5 derajat celcius.

8. Mata bayi bernanah banyak. Ini dapat menyebabkan bayi menjadi buta.

9. Bayi diare, mata cekung, tidak sadar. Jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan yang berat bisa menyebabkan kematian.

10. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi berbahaya jika muncul pada hari pertama atau muncul setelah kurang dari 24 jam setelah lahir. Ditemukan pada umur lebih dari 14 hari dan kuning sampai ke telapak tangan atau kaki.

11. Buang air besar atau kotoran bayi berwarna pucat segera periksakan bayi ke dokter, bidan atau perawat.

Jika menemukan satu atau lebih dari tanda bahaya dari bayi, usahakan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan  ke tempat pemeriksaan. Dengan cara membungkus bayi dengan kain yg tebal.• VIVAnews

Artikel Terbaru :

%d bloggers like this: