Category Archives: Pantangan Ibu Hamil

Makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama kehamilan.

Wanita Hamil Gila Kerja Sebabkan Berat Bayi Rendah


inmagine.com


Dublin, Wanita hamil yang pekerjaannya menuntut secara fisik, bekerja terlalu lama atau memiliki jam kerja yang tidak teratur bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

Peneliti menemukan bahwa 1 dari 100 wanita hamil yang pekerjaannya membutuhkan fisik yang sangat aktif mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah, seperti dilansir Reuters, Senin (20/7/2009).

Secara keseluruhan, 21 persen wanita hamil ini melahirkan dengan berat badan bayi rendah, dibandingkan dengan perempuan yang lebih sedikit tuntutan fisiknya di tempat kerja.

Selain tuntutan fisik, lamanya jam kerja, shift kerja dan kontrak kerja sementara juga ikut menyumbangkan kontribusinya pada kelahiran prematur atau berat badan bayi yang rendah.

Perempuan yang bekerja 40 jam lebih dalam seminggu atau bekerja dengan jadwal kerja shift risikonya pada berat badan bayi rendah. Sedangkan perempuan yang bekerja secara kontrak sementara memiliki empat kali kemungkinan bayi lahir secara prematur. Hal ini berhubungan dengan tingginya tingkat stres yang dialami oleh perempuan tersebut.

Dr Isabelle Niedhammer dari Universitas College Dublin Irlandia, mengatakan wanita hamil yang masih bekerja sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter kandungannya mengenai pekerjaan tersebut dan jika memungkinkan membuat penyesuaian terhadap kondisi kerja.

Kerja Shift Berisiko Bagi Wanita Hamil


inmagine.com

Wanita yang sedang mengandung disarankan untuk tidak bekerja dengan sistem shift. Hasil penelitian tim yang dikepalai oleh Dr. Lisa A. Pompeii dari `the University of North Carolina`, Chapel Hill (AS) menyebut bahwa wanita hamil yang bekerja secara shift akan berisko melahirkan bayi prematur.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Lisa A Pompeii sebagaimana dipublikasikan oleh `the journal Obstetrics & Gynecology` memang sangat kontrovesi. Karena berbeda dengan penelitian sebelumnya Dr Lisa juga menyebut bahwa tekanan fisik selama bekerja seperti berdiri dan mengangkat obyek berat ternyata tidak erat kaitanya dengan terjadinya kelahiran prematur atau tubuh bayi saat lahir menjadi pendek.

Untuk bisa memaparkan hasil studinya itu, Dr Pompeii dan rekan-rekanya melakukan penelitian atas 1900 wanita hamil di North Carolina. Kepada para wanita hamil ini Dr Pompeii melakukan wawancara bagaimana kondisi tempat mereka bekerja selama 7 bulan masa kehamilan. Para wanita itu juga ditanya mengenai berapa jam sehari mereka harus berdiri dan berapa sering mereka mengangkat beban sekitar 25 pound atau lebih setiap harinya.

Hasilnya Dr Pompeii menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu beberapa jam seperti dalam pertanyaan (lebih dari 30 pekan) tidak memiliki kaitan dengan kelahiran prematur atau bayi lahir dengan kondisi tubuh pendek.

Hal yang sama terjadi pada wanita yang setiadknya mengangkat beban 13 kali dalam sepekan. Aktifitas fisik ternyata tidak ada kaitan yang erat sebegai penyebab terjadinya kelahiran awal.

Satu hal yang penting wanita yang bekerja antara 10 p.m dan 7 a.m. setiap harinya malah akan mendapatkan resiko kelahiran prematur. Sebagai contoh wanita yang kerja secara shfit malam hari dalam tiga bulan pertama akan memiliki potensi 50 persen melahirkan secara prematur. Untuk kejadian yang terakhir, Dr Pompeii tidak memiliki alasan yang jelas.

Salah satu kemungkinan adalah aktifitas pekerjaan malam akan merubah uterus yang memang akan aktif pada malam hari. Kemungkinan lain adalah soal waktu tubuh yang membuat aktifitas uterus berjalan tidak pada semestinya.

Sumber : Obstetrics & Gynecology,

Do’s dan Don’ts Buat yang Ingin Hamil


inmagine.com

Do’s

- Rutin berhubungan seks

Jika Anda secara konsisten berhubungan seks dua atau tiga kali seminggu, hampir pasti Anda akan berhubungan pada masa subur.

- Berhubungan sekali sehari dekat waktu ovulasi

Hubungan seks setiap hari dekat hari ovulasi bakal meningkatkan kemungkinan hamil. Meskipun konsentrasi sperma suami agak drop sedikit setiap kali berhubungan, pengurangan konsentrasi itu bukan masalah buat pria sehat.

- Bergaya hidup sehat

Jaga berat badan sehat, olahraga teratur, makan gizi sehat berimbang, dan menjaga stres agar terkontrol. Kebiasaan sehat yang sama itu juga akan mengawal diri Anda dan bayi dengan baik saat hamil.

- Pertimbangkan perencanaan kehamilan

Dokter akan menilai kesehatan Anda secara umum dan membantu mengidentifikasi perubahan gaya hidup yang mungkin akan meningkatkan kesempatan anda mendapatkan kehamilan sehat. Perencanaan seperti ini khususnya berguna jika Anda atau pasangan punya masalah kesehatan tertentu.

- Minum vitamin

Asam folat (vitamin B9) berperan penting dalam perkembangan bayi. Minumlah suplemen asam folat paling tidak sebulan sebelum kehamilan sampai trimester pertama untuk mengurangi risiko penyakit spina bifida dan cacat tabung saraf lain sampai 70 persen.

Don’ts

- Merokok

Tembakau mengubah lendir di mulut rahim yang mencegah sperma mencapai sel telur. Merokok juga meningkatkan risiko keguguran dan menekan perkembangan bayi karena menahan asupan oksigen dan gizi untuk si bayi. Jika merokok, minta bantuan dokter untuk berhenti sebelum hamil. Untuk kepentingan anak, cobalah berhenti merokok.

- Minum alkohol

- Minum obat tanpa persetujuan dokter

Minum obat-obatan tertentu, apalagi tanpa resep dokter, dapat menyebabkan sulit untuk hamil.

Kapan harus ke dokter?

Berhubungan seks rutin tanpa pelindung, pada sebagian besar pasangan sehat, umumnya akan membuahkan kehamilan dalam waktu satu tahun. Jika Anda masih berusia awal 30 atau lebih muda dan sehat, cobalah sendiri selama setahun sebelum konsultasi dokter. Anda butuh bantuan dokter jika usia Anda di atas 35 tahun dan siklus menstruasi lebih dari 35 hari atau pasangan diduga punya masalah kesuburan. Ketidaksuburan sama-sama memengaruhi pria dan wanita. Jangan khawatir, pengobatannya ada kok, bergantung sumber masalah, ginekolog, dokter urologi, dan dokter Anda.

Hati-hati! Stres Kerja Ibu Hamil Berpengaruh Pada Berat Bayi


inmagine.com

Tingkat stres dalam kerja seorang perempuan hamil sangat mempengaruhi berat bayi yang akan dilahirkan. Dan itu, menurut sebuah penelitian sama buruknya dengan perempuan perokok saat hamil.

RNW merilis pekerjaan penuh stress bagi wanita hamil sama buruknya dengan merokok. Dan timbangan bayi yang dilahirkannya, berbanding lurus dengan tingkat stres karena jam kerja.

“Bayi wanita hamil yang kerja penuh stress 32 jam per minggu rata-rata 159 gram lebih ringan daripada bayi ibu yang tidak mengalami stress pada masa kehamilan. Akibat serupa ini sama dengan wanita hamil yang merokok 6 batang per hari,” beber Tanje Vrijkotte dari Academisch Medich Centrum Amsterdam dalam penelitiannya.

Simpulan ini didapatnya setalah dirinya meneliti sekitar 1000 anak. “Sedianya merokok disebut sebagai sebab utama bayi terlalu ringan pada saat lahir,” ungkapnya.

Ia juga menemukan setelah penelitian ini, stress bisa digolongkan sama buruknya dengan merokok. Dalam tubuh wanita yang mengalami stress pada waktu kerja, terbentuk cortisol, yaitu hormon stress.

Dan ini, tegasnya masuk ke plasénta. Hormon ini mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama pada awal kehamilan.

Dari penelitiannya ini, peneliti asal Belanda ini merekomendasikan, sejak awal kehamilan cuti atau istirahat kerja sudah bisa diambil. “Umumnya wanita hamil mengambil cuti hamil menjelang saat bersalin, namun dengan pengetahuan baru ini lebih baik mengurangi kerja sudah dari awal kehamilan,” pungkasnya.

Ibu Hamil, Waspadai Makanan Bersantan


inmagine.com

Arisan, pesta ulang tahun atau perjamuan keluarga kerap identik dengan hidangan lezat serba santan. Ada rendang, opor ayam, sambal goreng hati, dan sebagainya. Memang enak-enak, sih. Tetapi, jenis makanan ini minim sayur, banyak santan dan pedas. Bagi Anda yang sedang hamil, patut mewaspadai makanan ini.

Santan kurang baik bagi ibu hamil karena dapat mengakibatkan iritasi lambung. Jadi, sebaiknya Anda betasi konsumsi makanan bersantan. Hindari pula makanan yang banyak mengandung gula serta lemak, karena akan mengakibatkan mual dan muntah, selain menambah berat badan yang berlebihan.

Bila Anda berkunjung ke beberapa tempat dan “dipaksa” tuan rumah mencicipi makanan, coba cara paling jitu ini agar Anda tetap sehat.

  • Cicipi makan sedikit saja, sehingga tuan rumah tetap merasa dihormati. Makanlah opor ayam sedikit dan ambil bagian daging yang tidak berlemak.
  • Batasi kue-kue. Bila ada 5 jenis kue kering, ambil 3 jenis dengah jumlah masing-masing 1 buah. Dengan cara ini asupan kalori Anda lebih terkendali.
  • Pilih buah-buahan dan syukur-syukur ada menu sayuran segar, seperti gado-gado, salad sayur dan buah, serta buah-buahan. Selain segar, buat Anda yang hamil muda, menu ini bisa menghilangkah mual.
  • Pilihlah air putih ketimbang minuman sirop atau bersoda. Dengan demikian, semangat makan makanan berlemak pun jadi berkurang.
  • Bila perlu, atau khawatir tak bisa memenuhi kecukupan gizi, Anda bisa membawa makanan dari rumah yang dimasak sendiri. Ini bisa menghindarkan Anda dari “kelaparan“ jika di tempat bersilaturahmi tidak ada makanan yang cocok untuk Anda.

Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil


inmagine.com

Meskipun rasanya lapar terus, Anda harus cermat sebelum mengisi perut. Tidak peduli bahan pembuat makanan (ingredient) serta proses pembuatannya bisa berakibat kurang baik bagi Anda dan janin. Ada makanan yang sebaiknya dihindari selama hamil. Pertimbangkan secara cermat, agar pengaruhnya baik bagi Anda dan janin.

 

Selama hamil sebaiknya hindari makanan berikut ini:

  • Makanan yang diberi tambahan (aditif) antara lain pewarna dan perasa. Makanan siap saji dan siap pakai (instan) tak jarang dibubuhi pewarna dan perasa makanan. Meskipun dua zat ini dalam jumlah sedikit cukup aman dikonsumsi ibu hamil, namun sungguh bijak, apabila Anda menghindari makanan dengan pewarna dan perasa. Toh, pilihan makanan yang lebih sehat dan aman masih banyak. Ingin rasa dan nuansa stoberi?! Makan saja puding yang dibuat dari stroberi segar!
    Efek buruk: Mual, pusing atau sakit perut.
  • Makanan yang diproses secara cepat dan mendapat penambahan gula dan lemak. Makanan dan minuman dengan kalori tinggi dan minim gizi yang termasuk dalam kelompok, di antaranya, minuman ringan bersoda, keripik kentang, pop corn rasa mentega atau karamel – biasanya siap pakai bukan yang plain/tanpa rasa. Sandwich isi sayuran plus telur cukup untuk membuat Anda saat hamil untuk menahan lapar dalam waktu lama.
    Efek buruk: overweight ibu dan janin. Ibu dengan riwayat keluarga diabetes juga dengan mudah akan mengalami diabetes gestasional.
  • Makanan dengan kandungan garam tinggi dan/atau MSG. Untuk ibu hamil, konsumsi garam harus benar-benar dibatasi. Selain makan instan yang siap saji, fast food sebagian besar diproses dengan penambahan garam dan MSG yang tak jarang cukup tinggi. Ingin makan mi?! Mengapa tidak mencari resto yang terjamin tidak memberi tambahan garam dan MSG. Kalau mau sedikit repot, masak sendiri!
    Efek buruk: Kelebihan konsumsi akan menyebabkan tekanan darah ibu jadi tinggi dan bisa memicu pre-eklampsia. Sebagian ibu lagi, bisa dengan mudah mengalami pembekakan di kaki, tangan dan bagian tertentu akibat retensi air.
  • Makanan yang kurang higienis. Misalnya, jajanan yang dijual di pinggir jalan yang sarat debu dan terpapar lalat, hindari saat hamil. Tak jarang keinginan untuk makan rujak atau jajanan khas mendominasi masa mengidam. Eiitsss! Tunggu dulu, cermati cara penyajian dan penyimpanan bahan-bahan pembuat. Anda bisa berinovasi membuat sendiri asinan dan rujak di dapur Anda. Carilah panduan buku resep yang terpercaya atau tak perlu sungkan minta bantuan ibu atau mertua Anda.
    Efek buruk: dari diare hingga keracunan, tipus. Sayur dan buah yang kondisinya kurang baik, atau masakan yang basi, bersifat racun (toksik), lho!
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 621 other followers

%d bloggers like this: