Blog Archives

Pertama Kali ke Dokter Kandungan


inmagine.com

Hari ini adalah pertama kali aku ke dokter kandungan sejak aku test kehamilan dengan test pack kemarin. Beberapa hari yang lalu selama 3 kali berselang-seling, aku mengeluarkan darah warna coklat kehitaman dan sekali flek berwarna coklat muda. Kondisi fisikku masih terasa lemah dan kepala terasa berat. Makanpun masih sulit, sesekali aku mual dan muntah terutama kalau mencium bau ikan. Saat ini adalah saat yang paling mencemaskan akibat darah yang keluar ditambah fisik dan psikis yang masih mabuk.

Pertanyaan pertama di dokter kandungan adalah : ada keluhan apa ?

Aku ceritakan semuanya dan dokter langsung menyuruh USG. Ternyata aku betul-betul hamil ! Dalam rahimku ada satu gumpalan kecil yang kelihatannya berbentuk seperti kacang kedelai.Terharu rasanya melihat anankku yang masih sangat mungil itu, muncul rasa sayang yang mendalam melihat mahluk selemah itu. Aku tambah jatuh cinta pada anakku. Mataku berkaca-kaca, mau nangis tapi malu sama orang-orang, kayaknya kalo gak ada orang dah nangis bombay nih.  Suamiku nampak gembira sekali. Senyum-senyum terus dia.

Tapi menurut dokter, ada sedikit keanehan. Karena ukuran janinnya terlalu kecil untuk ukuran rahimku yang besar. Semoga kehamilannya berlanjut, katanya. Kita lihat 2 minggu yang akan datang apakah janinnya berkembang atau tidak, kalau tidak lebih baik test Torch, katanya lagi. (Btw, ini dokter ngaco juga ngitung usia kehamilanku. Dia bilang usia kehamilanku 2 bulan 1 minggu, padahal kalau dilihat dari terakhir menstruasi umur kehamilanku 1 bulan 1 minggu !)

Dari terharu, gembira, langsung down lagi deh. Dalam hatiku aku cemas dengan keadaan anakku yang masih lemah itu. Aku gak mau terjadi hal yang buruk sama buah hatiku ini. Jadinya aku cuma berdoa menyerahkan anak ini pada Tuhan. Aku percaya dokter tadi ngaco atau masih kurang pengalaman. Aku lebih percaya Tuhan yang sanggup memberikan kehidupan pada anakku karena Dialah Sumber Kehidupan yang sejak awalnya menciptakan anak ini.

Suamiku nampaknya gak peduli dengan apa kata dokter. Sepanjang jalan sambil nyetir, dia memandangi aku dengan sayang dan menggenggam tanganku penuh cinta, cieh.. bisa juga ya sambil nyetir. Aku gak sadar kalau mobil jalannya mencang-mencong hampir nyerempet mobil di depan hehehe…. Saking bahagianya, sampe gak konsentrasi nyetir.

Pulang ke rumah kita langsung berdoa mengucap syukur sama Tuhan untuk anugrah yang luar biasa ini. Setelah berdoa, imanku malah bangkit, aku jadi gak takut lagi dan malah sangat percaya anak ini anak yang kuat dan perkasa :D Kami memberitakan kabar gembira ini ke seluruh keluarga yang disambut dengan senyum lebar, mata berbinar, pelukan dan ciuman :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 624 other followers

%d bloggers like this: