Ciri-ciri Tanda Bahaya Kehamilan


inmagine.com

Ada enam ciri-cirinya yang perlu Anda ketahui.

Kementrian Kesehatan terus melakukan upaya untuk menurunkan jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan meningkatkan Angka Kelahiran Bayi (AKB). Saat ini AKI di Indonesia mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 34 per 1000 kelahiran hidup.

Rata-rata kematian pada ibu menurut Sekjen Kementrian Kesehatan RI, Ratna Rosita akibat beberapa hal terutama saat masa kehamilan.

“Kematian ibu disebabkan oleh pendarahan, tekanan darah yang tinggi saat hamil (eklampsia), infeksi, persalinan macet dan komplikasi keguguran. Sementara penyebab langsung kematian bayi adalah bayi berat lahir rendah (BBLR)dan kekurangan oksigen (Asfiksia),” kata Rosita saat ditemui dalam acara Kampanye Perencanaan Persalinan dan PencegahanKomplikasi (P4K) dan Penggunaan Buku Kesehatan untuk Ibu dan Anak(KIA) di Gedung Dhanapala, Kementrian Keuangan Jakarta, Rabu 3 Februari 2010.

Sementara penyebab tidak langsung kematian ibu dan bayi baru lahir adalah karena kondisi masyarakat yang minim pendidikan, dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan budaya.

Beberapa hal tersebut menyebabkan kondisi 3 terlambat (terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai di tempat pelayanan dan terlambat mendapatkan pertolongan).

Keterlambatan-keterlambatan tersebut bisa dihindari apabila ibu dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.

Untuk itu ketahuilah tanda-tanda bahaya pada kehamilan:

1. Perdarahan pada hamil muda mamupun hamil tua

2. Bengkak di kaki, tangan atau wajah disertai sakit kepala atau kejang

3. Demam atau panas tinggi

4. Air ketuban keluar sebelum waktunya

5. Bayi dalam kandungan geraknya berkurang atau tidak bergerak

6. Muntah terus menerus dan tidak mau makan

“Enam masalah ini bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran dini (prematur) yang membahayakn ibu dan bayi. Jika ada tanda seperti ini pada kehamilan Anda, segera datang kepetugas kesehatan didampingi suami dan keluarga,” jelasnya.

Selain 6 masalah penyebab keguguran tersebut, masalah lain pada kehamilan yang perlu diwaspadai juga termasuk batuk lama, lemah , jantung berdebar-debar, gatal pada kemaluan dan keluar keputihan.

Untuk mencegahnya, lakukan pula pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan. Ini adalah cara tepat untuk mendeteksi segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada kehamilan Anda.

• VIVAnews

Artikel Terbaru :

Hamil 2 Bulan : Susah Makan dan Perut Linu


inmagine.com

Keluhanku selama hamil 2 bulan hampir sama dengan kebanyakan wanita lain. Mual, susah makan, ngantuk, capek, pusing, sering cemas  dan  perut terasa linu nyut-nyutan. Beginilah caraku mengatasinya :

1. Mual-mual :  sedia permen jahe kemanapun bunda pergi. Setiap terasa agak mual, aku langsung kunyah permen jahe sampai mualnya reda. Cara lain yang jitu yaitu minum madu 2 sendok makan. Biasanya langsung reda dan bisa nambah nafsu makan juga. Berhubung mual masih sering terutama pada siang hari, aku menggeser jam makan siang dari jam 12.30 jadi jam 15.00. Sementara siang harinya aku makan buah-buahan. Kalau sikat gigi jangan terlalu heboh ya karena bisa memicu mual juga.

2. Ngantuk dan capek : ini terjadi karena hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan. Jadi terimalah apa adanya gak usah merasa bersalah selama hamil jadi banyak bobo-an. Pada awalnya aku juga merasa kayak orang malas yang tak berguna, tapi dilawan pun tak bisa. Jadi lebih baik kita mengikuti alam bergerak saja, asal tetap seimbang.

3. Pusing : kalau aku merasa pusing -biasanya kepala terasa berat- minum air hangat dan tidur. Katanya merendam kaki dengan air panas bisa membantu. Trus yang paling jitu sih minta suami kita pijatin kepala, dijamin langsung tidur pulas :) Tapi hati-hati kalau gejala pusingnya karena anemia. Harus konsultasi ke dokter tuh dan minum tablet penambah darah.

4. Cemas : di bulan ini kebanyakan semua bumil masih cemas kok. Kita semua senasib karena kehamilan trisemester satu memang masih rawan keguguran. Aku sendiri jadi sering ke kamar mandi lihat celana dalam takut ada flek-flek lagi berhubung aku sering keluar flek. Menurut salah satu penelitian, penyebab keguguran adalah kelainan kromosom dan genetik bukan karena kita melakukan ini atau tidak melakukan itu. Jadi gak perlu cemas berlebihan. Stress tidak baik untuk janin.

5. Susah Makan : Mau gak mau ya harus dipaksa, gimana nasib anak kita kalo gak makan. Pertumbuhan bisa terganggu.

6. Perut Linu : ternyata ini akibat otot rahim kita yang meregang karena anak kita yang semakin membesar di dalam sana. Jadi normal-normal aja kok. Kecuali kalau kram perut hebat seperti mau mens disertai pendarahan, mungkin itu gejala keguguran.

Intinya di trisemester pertama ini kita memang harus berhati-hati menjaga kandungan, menjaga kondisi fisik dan psikis dan makan makanan sehat. Lakukan apa yang bisa kita lakukan semaksimal mungkin. Selebihnya serahkan pada Tuhan, ga perlu cemas :)