Blog Archives

Kerja Shift Berisiko Bagi Wanita Hamil


inmagine.com

Wanita yang sedang mengandung disarankan untuk tidak bekerja dengan sistem shift. Hasil penelitian tim yang dikepalai oleh Dr. Lisa A. Pompeii dari `the University of North Carolina`, Chapel Hill (AS) menyebut bahwa wanita hamil yang bekerja secara shift akan berisko melahirkan bayi prematur.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Lisa A Pompeii sebagaimana dipublikasikan oleh `the journal Obstetrics & Gynecology` memang sangat kontrovesi. Karena berbeda dengan penelitian sebelumnya Dr Lisa juga menyebut bahwa tekanan fisik selama bekerja seperti berdiri dan mengangkat obyek berat ternyata tidak erat kaitanya dengan terjadinya kelahiran prematur atau tubuh bayi saat lahir menjadi pendek.

Untuk bisa memaparkan hasil studinya itu, Dr Pompeii dan rekan-rekanya melakukan penelitian atas 1900 wanita hamil di North Carolina. Kepada para wanita hamil ini Dr Pompeii melakukan wawancara bagaimana kondisi tempat mereka bekerja selama 7 bulan masa kehamilan. Para wanita itu juga ditanya mengenai berapa jam sehari mereka harus berdiri dan berapa sering mereka mengangkat beban sekitar 25 pound atau lebih setiap harinya.

Hasilnya Dr Pompeii menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu beberapa jam seperti dalam pertanyaan (lebih dari 30 pekan) tidak memiliki kaitan dengan kelahiran prematur atau bayi lahir dengan kondisi tubuh pendek.

Hal yang sama terjadi pada wanita yang setiadknya mengangkat beban 13 kali dalam sepekan. Aktifitas fisik ternyata tidak ada kaitan yang erat sebegai penyebab terjadinya kelahiran awal.

Satu hal yang penting wanita yang bekerja antara 10 p.m dan 7 a.m. setiap harinya malah akan mendapatkan resiko kelahiran prematur. Sebagai contoh wanita yang kerja secara shfit malam hari dalam tiga bulan pertama akan memiliki potensi 50 persen melahirkan secara prematur. Untuk kejadian yang terakhir, Dr Pompeii tidak memiliki alasan yang jelas.

Salah satu kemungkinan adalah aktifitas pekerjaan malam akan merubah uterus yang memang akan aktif pada malam hari. Kemungkinan lain adalah soal waktu tubuh yang membuat aktifitas uterus berjalan tidak pada semestinya.

Sumber : Obstetrics & Gynecology,

Saat Hamil, Hindari Beberapa Pekerjaan Tertentu!


inmagine.com

Kehamilan yang sehat tentu menjadi dambaan bagi setiap calon orang tua. Selain menjaga konsumsi makanan sehat dan selalu periksa ke dokter, ada beberapa perkerjaan rumah tangga yang harus dihindari bunda karena bisa berefek buruk bagi janin. Hal ini terutama ketika bunda sedang hamil muda, dimana faktor kelelahan bisa membahayakan janin. Meskipun biasanya dorongan untuk membersihkan rumah maupun semua yang terlihat berantakan terasa kuat. Saat hamil tua bunda malah dianjurkan untuk memperbanyak jalan kaki agar mempermudah dalam persalinan nantinya. Intinya bunda tidak diperbolehkan bekerja berlebihan dan harus tahu pekerjaan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

Beberapa pekerjaan rumah yang harus dihindari saat hamil :

Membersihkan kandang binatang peliharaan.

Membersihkan kandang binatang beresiko menimbulkan toksoplasmosis yang bisa menular lewat kotoran maupun bulu hewan. Toksoplasmosis berbahaya bagi perkembangan janin, bahkan bisa mengakibatkan keguguran. Untuk itu selalu jaga kebersihan binatang peliharaan serta cuci tangan dengan sabun usai memegangnya. Jangan lupa memakai sarung tangan saat berkebun.

Menggunakan obat pembasmi serangga.

Sebisa mungkin hindari penggunaan obat-obat pembasmi serangga terutama yang disemprot ke udara karena lama mengendap di perabot maupun benda dibawahnya. Obat serangga mengandung pestisida yang jika terhirup tubuh akan dibawa darah ke janin yang membahayakan perkembangan janin.

Mengangkat atau memindahkan perabot rumah tangga maupun benda yang berat.

Hal ini untuk menghindari terjadinya cedera punggung. Saat hamil punggung telah menanggung beban lebih berat karena janin yang ada dalam rahim.

Mengecat atau mempolitur perabotan.

Cat dan politur juga berbahaya bagi ibu hamil karena kandungan bahan kimianya yang tinggi. Hindari pekerjaan mengecat rumah maupun berada di dalam rumah yang sedang dicat untuk menghindari paparan bahan kimia. Jika terpaksa melakukan pekerjaan tersebut pilih bahan yang aman serta gunakan sarung tangan dan beri ventilasi yang cukup. Hindari makan dan minum saat melakukan pekerjaan tersebut.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 624 other followers

%d bloggers like this: