Blog Archives

Pilihan Persalinan


inmagine.com

Memilih persalinan yang ibu inginkan

Kalau kehamilan Ibu tidak bermasalah, tentu dokter akan membebaskan  Ibu memilih persalinan yang paling nyaman untuk Ibu.

Diskusikan hal ini dengan suami dan dokter. Kalau pun Ibu mau merubah pilihan, ketika saat persalinan tiba, dokter juga akan membantu yang terbaik untuk Ibu.

Melahirkan di Rumah Sakit Bersalin

Jika memilih melahirkan di rumah sakit, Ibu akan dibantu oleh para ahli dengan fasilitas lengkap. Ibu  bisa memilih pereda sakit yang akan digunakan, dan mendapat fasilitas operasi caesar yang cepat selain itu, dalam keadaan darurat Ibu akan bisa ditangani dengan cepat.

Cari informasi tentang fasilitas rumah sakit sesuai pilihan persalinan yang akan Ibu jalani. Tulis pilihan persalinan yang ibu inginkan di rencana persalinan. Pihak rumah sakit tentu akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kenyamanan pasien.

Jangan lupa, libatkan suami dalam apapun keputusan Ibu.

Persalinan alami

Persalinan alami adalah cara paling aman dan mudah untuk Ibu dan bayi Ibu. Ketika mendekati saatnya melahirkan, dokter akan memeriksa posisi bayi agar proses melahirkan berjalan aman.

Proses ini memang menimbulkan rasa sakit. Tapi sekarang kan banyak pilihan pereda sakit yang bisa Ibu diskusikan dengan dokter.

Operasi Caesar

Persalinan dengan operasi caesar atau dikenal juga dengan sebutan section caesarian akan menjadi pilihan dokter bila persalinan normal beresiko untuk Ibu dan bayi. Misalnya plasenta atau ari-ari menutup jalan lahir (plasenta previa) atau ibu mengidap pre-eklampsia / tekanan darah tinggi.

Masa pemulihan kesehatan Ibu setelah operasi caesar juga lebih lama dari persalinan alami.

Melahirkan Dalam Air

Melahirkan dalam air atau waterbirth kini banyak dipilih calon Ibu. Persalinan ini dianggap tidak menimbulkan stress atau trauma pada bayi karena mereka lahir di lingkungan yang serupa dengan suasana dalam rahim Ibu.

Bagi Ibu, persalinan ini juga mengurangi stress dan tidak terlalu membutuhkan pereda sakit. Jangan takut soal pernafasan bayi . Karena bayi belum mulai bernafas  hingga mereka berada di udara terbuka.

Beberapa rumah sakit menyediakan bath-up, shower atau kolam jika Ibu memilih melahirkan dalam air. Tapi cermati dulu apa saja yang ditawarkan oleh rumah sakit .

Plus Minus Melahirkan Dalam Air


inmagine.com

Di balik manfaatnya, persalinan dalam air juga menyimpan ancaman bagi ibu hamil dan bayi.

Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan.

Seperti dikutip dari Modernmom.com, beberapa penelitian bahkan mengklaim bahwa metode melahirkan dalam air juga bermanfaat bagi bayi yang akan dilahirkan.

Berdasar laporan Waterbirth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit akan mempertahankan suhu yang tepat.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang water birth.

Manfaat
Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.

Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.

Kelemahan
Sebuah penelitian mengungkap kekhawatiran bahwa medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akanterengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka.

Studi tahun 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam.

Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak. Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.

Risiko

Wanita dengan kondisi medis tertentu atau kehamilan rumit harus menghindari melakukan proses melahirkan di dalam air. Termasuk wanita dengan herpes, tekanan darah tinggi, wanita yang telah mengalami pendarahan tak terduga selama perjalanan kehamilan, wanita yang mengandung bayi kembar, dan ketika bayi dalam posisi sungsang. Melahirkan di dalam air juga tidak direkomendasikan untuk wanita yang masuk ke persalinan prematur. (pet)• VIVAnews

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 661 other followers

%d bloggers like this: