Gallery

Bahayakah Vlek saat Hamil ?


inmagine.com

Dalam sebuah rubrik konsultasi, seorang bapak menanyakan kondisi kehamilan istrinya yang baru berjalan 10 minggu namun mengalami vlek yang cukup banyak. Kurang lebih 4 bulan sebelumnya menurut pemeriksaan dokter ada tumor kecil di dinding rahimnya.

Untuk mempertahankan kandungan, dokter memberikan obat penguat kandungan (premaston) namun sampai saat ini masih keluar vlek meski frekuensinya berkurang.

Apakah vlek saat hamil berkaitan dengan adanya tumor? Adakah efek samping bagi janin yang diberi penguat? Bagaimana dengan kemungkinan keguguran akibat vlek? Berikut penjelasan yang diberikan oleh dr.Judi Januadi Endjun, Sp.OG, dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Tumor dalam rahim kemungkinan suatu tumor jinak yang berasal dari otot rahim dan disebut mioma uteri. Mioma tersebut tidak bisa hilang dengan sendirinya, tetapi dapat diangkat melalui operasi.

Perdarahan pada kehamilan muda bisa disebabkan oleh banyak faktor, tersering adalah bila terdapat infeksi, kelainan rahim, atau janin yang tidak berkembang dengan baik. Dari pemeriksaan dokter, dikatakan janin masih bisa dipertahankan, artinya masih hidup yang harus sangat diperhatikan adalah dampak dari perdarahan tersebut yaitu kehilangan zat nutrisi penting dan oksigen yang menyebabkan kelainan bawaan atau kematian janin  pemberian sediaan.

Progesteron sebagai penguat kandungan harus berdasarkan hasil pemeriksaan darah. Bila kadar progesteronnya rendah, baru diberikan sediaannya, dan sebaiknya yang alamiah. Pemberian penguat kandungan tanpa alasan medis yang benar dapat menimbulkan dampak yang
tidak baik bagi janin, selain tak ada manfaatnya, juga harganya yang tidak murah.

Perdarahan akan menyebabkan timbulnya kontraksi rahim, yang bila dibiarkan akan menyebabkan keluarnya jaringan janin dan plasenta, disebut sebagai peristiwa keguguran (abortus). Minta tolong kepada  dokter untuk meng evaluasi ada tidaknya perdarahan di bawah bakal jaringan plasenta (perdarahan subkhorionik), pertumbuhan janin (1 mm per hari), diameter yolk sac(4-7 mm), dan denyut jantung janin > 85 denyut per menit (dpm).

Bila perdarahan subkhorionik > 50%, pertumbuhan janin terhambat atau denyut jantung janin < 85 dpm, maka kemungkinan kegagalan kehamilan sangat besar.

Bila kehamilan berlanjut, lakukan penapisan kelainan bawaan janin dengan USG pada kehamilan 10-14 minggu dan 18-22 minggu; konsumsi makanan yang halal dan sehat (tidak mengandung MSG dan junk food).