Blog Archives

ASI dan Manfaat Hebatnya


inmagine.com

PENGERTIAN ASI EKSKLUSIF

Asi eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diuberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun.

Pertama,Jumlah komposisi ASI masih cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi apabila ASI diberikan secara tepat dan benar sampai bayi berumur 6 bulan.

Kedua,Bayi pada saat berumur 6 bulan system pencernaannya mulai matur.dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang menyusu ASI sampai 6 bulan jauh lebih sehat dari bayi yang menyusu ASI hanya sampai 4bulan, dan frekuensi terkena diarejauh lebih kecil.Bayi yang hanya menyusu ASI saja selama 6 bulan akan merangsangh hormone prolakyin secara terus menerus sehingga memperbanyak produksi ASI yang dapat bertahan sampai bayi berumur dua tahun.Ibu harus mendapat gizi yang berumur dua tahun. Ibu harus mendapat gizi yang baik dan terhindardari stress yang berkepanjangan.

ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsure kebutuhan bayi baik fisik,psikologi, sosial,maupun spiritual.ASI mengandung nutrisi, hormone, unsure kekebalan factor pertumbuhan, antialergi, serta anti inflamasi.

UNSUR NUTRISI ASI

Hidrat arang

Rasio jumlah laktosa dalam ASI dan PASI (pengganti ASI) adalah 7:4 yang berarti ASI terasa lebih manis bila dibandingkan dengan kondisi ini yang menyebabkan bayi yang sudah mengenal ASI denan baik cenderung tidak mau minum PASI (langkah awal sukses memberikan ASI).

Laktosa meningkatkan penyerapan kalsium fosfor dan magnesium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang, rata-rata pertumbuhan gigi sudah terlihat pada bayi berusia 5 atau 6 bulan, dan gerakan motoirik kasarnya lebih cepat.

ASI juga menurunkan kemungkinan bayi terkena infeksi disebabkan peran kolostrum sebagai imunisasi pasif yang dikeluarkan segera setelah bayi lahir.

Peran kolostrum sampai hari ke-3 setelah persalinan selain sebagai imunisasi pasif juga mempunyai fungsi sebagai pencahar untuk mengeluarkan mekonium dari usus bayi.Oleh karenanya,bayi sering defekasi dan feses berwarna hitam. Tetapi kondisi ini sering disalah artikan oleh para ibu mereka mengira bayi tidak cocok mendapat ASI. Mempertahankan factor indipifidus di dalam usus.

Protein

Protein ASI merupakan kelompok Protein whey (Protein yang bentuknya lebih halus). Perbandingan protein unsure whey dan kasein.

Lemak

Kadar lemak akan berubah menurut perkembangan bayi dan kebutuhan  energir yang dibutuhkan bayi.

Mineral

ASI mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relative rendah, tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Zat besi dan kalsium didalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Walaupun jumlah kecil tidak sebesar dalam susu sapi, tetapi dapat di serap secara keseluruhan dalam  usus bayi. Berbeda dengan ASS yng jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar harus dibuang melalui system urinaria maupun pencernaan karena tidak dapat dicerna.Hal ini sangat membebankan ginjal bayi, contohnya zat besi dalam ASS ternyata hanya 4% sampai 10% yang terserap sedangkan zat besi ASI diserap hingga 50%-75% oleh usus bayi.

Kadar mineral yang tidak diserap akan memperberat kerja usus bayi untuk mengeluarkan, mengganggu keseimbangan (ekologi) dalam usus bayi, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri merugikan yang akan mengakibatkan kontraksi usus bayi tidak normal sehingga bayi kembung, gelisah karena obstipasi atau gangguan metabolisme.

Vitamin

Kecuali vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K. Oleh karena itu, perlu tambahan vitamin K, pada hari ke-1,-3, dan -7. Vitamin K1 dapat diberikan oral.Apa yang diperlukan bayi akan selalu tercukupi oleh ASI dan tidak akan kekurangan kecuali bila bayi mengalami gangguan.

ASI stadium 1

ASI stadium1adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari ke-1 sampai hari ke-4. Kekebalan bayi bertambah dengan volume kolostrum yang meningkat,akibat isapan bayi baru lahir secara terus menerus. Hal ini yang mengharuskan bayi segera setelah lahir diberikan kepada ibunya untuk ditempelkan ke payudara, agar bayi dapat sesering mungkin menyusu.Hal kedua tidak kalah penting adalah adanya repleks let down pada ibu untuk merangsang pengeluaran kolostrum menjadi lebih banyak.

ASI stadium II

ASI stadium II adalah ASI peralihan. ASI ini diproduksi pada hari ke-4 sampai hari-10.Komposisi protein makin rendah sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi, dan jumlah volume ASI semakin meningkat.

ASI stadium III

ASI stadium III adalah ASI matur.ASI yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain selain ASI. Dimulai dengan makanan yang lunak, kemudian padat, dan makanan biasa sesuai dengan umur bayi. Telur akan lebih aman bila di beri setelah satu tahun karena sestem pencernaan bayi telah siap mengatasi alergi yang dapat ditimbulkan oleh jenis proteinnya.

Masa kritis pemberian ASI adalah pada bulan kedua bagi ibu yang harus kembali berkerja.Biasanya ibu mulai melatih dengan memberi pengenalan susu buatan. Hal ini merupakan tindakan yang keliru karena dengan memberi pengenalan pada susu buatan berarti akan mulai terjadi penekanan produksi ASI. Keadaan ini dapat diatasi dengan ibu tetap harus lebih sering memberikan ASI dan mengosongkan payudara dengan melakukan pengurutan tiap kali sehabis menyusui. Pengosongan payudara setiap kali menyusui akan terus merangsang hormon prolaktin yang membantu memproduksi ASI menjadi lebih banyak dan menyimpan sisa ASI-nya dalam lemari pendingin. Dengan metode ini, bayi tidak akan pernah kekurangan ASI walaupun ibu pergi bekerja.

Factor yang mempengaruhi produksi ASI

  1. Kondisi ibu yang sehat dan tanpa stress.
  2. Isapan bayi yang benar pada saat bayi menyusui tanpa jadwal.
  3. Kecukupan gizi dan cairan ibu.

Secara psikologis, keadaan ini membuat proses pembentukan rahang bayi menjadi lebih maju. Membiasakan anak dengan menyuapi, kebiasaan ini akan membentuk pribadi anak menjadi malas dan kurang berusaha. Pemberian susu botoljuga membuat kebiasaan menyusu bayi berubah. Bayi akan menyusu pada botol, yaitu sering menunggu ASI menetes . Oleh karena itu, bayi akan kecewa dan , alas menyusu pada ibunya. Pada akhirnya mengakibatkan produksi ASI berkurang atau berhenti. Bingung putting, karena tidak puas bayi dapat menghisap putting dengan kuat sehingga dapat menimbulkan iritasi (luka) pada sekitar putting susu. Bila terjadi luka, ibu akan merasa nyeri pada waktu menyusui sehingga ibu akan takut untuk menyusui.

Kondisi ini seperti lingkaran setan yang akhirnya ASI akan terhenti dan tentu sangat merugikan bayi. Bila bayi harus ditinggal ibu untuk berkerja, ibu dapat memerah ASI dan ditampung di dalam gelas. Selanjutnya, pada saat pemberian kepada bayi, gunakan sendok secara perlahan-lahan sehingga refleks menghisap bayi tidak terpengaruh dan tidak berubah pada saat menyusu kembali.

Kesimpulan, bila terjadi hambatan atau gangguan, bayi akan kurang mendapatkan ASI. Penambahan pemberian susu kepada bayi, sebaiknya menggunakan sendok agar bayi tidak ‘bingung puting’. Dengan bayi sering menyusu secara benar, payudara sampai benar-benar kosong berarti merangsang produksi ASI semakin optimal sesuai dengan kebutuhan bayi sehingga bayi akan cukup dengan menyusu saja sampai bayi berumur 6 bulan. Dengan tidak memberi dot berarti ibu memacu ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.

KONTRASEPSI

Pengeluaran prolaktin meningkat pada malam hari minimal 3x. Hal ini akan mempertahankan kadar prolaktin dan mencegah terjadinya ovulasi sehingga tidak terjadi kehamilan.

Isapan bayi yang benar dan tanpa jadwal mampu mempertahankan kadar hormone oksitosin dan prolaktin sampai 6 bulan setelah persalinan. Apabila standar menyusui diterapkan dengan benar, wanita menyusui akan tercegah dari kehamilan yang baru sampai bayi berumur 4-6bulan. Isapan mulut bayi akan menstimulasi hopotalamus, refleks oksitosin sangat dipengaruhi oleh perasaan, pikiran, dan sensasi ibu. Oleh karenanya, keadaan ibu dan lingkungan sangat mempengaruhi refleks oksitosin, baik meningkatkan atau menghambat pengeluaran oksitosin. Anjuran utama alat kontrasepsi selama masa laktasi adalah kontrasepsi tanpa hormone dan bila masih sulit diterima dapat oral atau suntikan tetapi yang tidak mengandung estrogen atau cara ber-KB sederhana (misalnya, kondom, diafragma, spermisida atau tisu vagina, dan pantang berkala).

Faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI

  1. Semakin cepat memberikan tambahan susu pada bayi menyebabkan daya isap berkurang karena bayi mudah merasa kenyang. Bayi akan malas menghisap putting susu dan mengakibatkan produksi prolaktin dan oksitosin akan berkurang dan merangsang hormone LH dan GnRH semakin meningkat sehingga terjadi proses pematangan sel telur yang mengakiubatkan cepat terjadi ovulasi dan kemungkinan hamil.
  2. Perasaan ibu dapat menghambat atau meningkatkan pengeluaran oksitosin, sepertiperasaan takut, gelisah, marah, sedih, cemas, kesal, malu, atau nyeri hebat akan mempengaruhi refleks oksitosin yang akhirnya menekan pengeluaran ASI. Sebaliknya, perasaan menyayangi bayi, memeluk, mencium, dan mendengar bayinya menangis atau perasaan bangga dapat menyusui bayinya, akan meningkatkan pengeluaran ASI.
  3. Dukungan suami maupun keluarga lain dalam rumah akan sangat membantu berhasilnya seorang ibu untuk menyusui.
  4. Isapan bayi tidak sempurna atau putting susu ibu yang sangat kecil, hal ini akan membuat produksi hormone oksitosin dan hormone prolaktin akan terus menurun dan ASI akan berhenti.
  5. Cara menyusu yang tidak tepat, tidak dapat mengosongkan payudara dengan benar yang akhirnya akan menurunkan produksi ASI.

Kebutuhan nutrisi selama masa hamil dan menyusui harus diberikan secara adekuat, kekurangan dalam waktu singkat tidak terlalu mempengaruhi kualitas ASI karena masih dapat dipenuhi oleh cadangan lemak dari tubuh ibu, tetapi kekurangan dalam waktu yang lama dan cadangan ibu habis akan memberikan dampak kepada ibu maupun pertumbuhan dan perkembangan bayi. Upaya menurunkan berat badan pada masa laktasi akan merugikan ibu dan bayinya.

Beberapa mitos tentang menyusui yang beredar di masyarakat :

  • Menyusui membuat tubuh ibu sukar kembali ke bentuk semula ( faktanya, timbunan lemak akan mudah lenyap saat menyusui )
  • ASInya tak mencukupi ( faktanya, ASI diproduksi sesuai dengan permintan,makin sering menyusui makin banyak produksi yang dihasilkan)
  • Ukuran payudara ( >Besar kecilnya payudara tidak berkaitan dengan kemampuan memberikan ASI. >ASI diproduksi oleh jaringan kelenjar susu(alveolus),bukan jaringan lemak (pada payudara besar). Asal normal produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan bayi.)
  • ASI pertama bisa menimbulkan penyakit (Pada hari pertama s/d kelima banyak mengandung protein tinggi,zat kekebalan tubuh,serta laktosa dan lemak yang rendah sehingga mudah dicerna.)
  • Menyusui membuat bentuk payudara tidak bagus (Bagus tidaknya bentuk payudara dipengaruhi oleh faktor keturunan dan usia)
  • Menyusui itu merepotkan Sebenarnya menyusui lebih praktis,buka payudara tinggal sodorkan ke mulut bayi pasti suhunya pas, takaranya pas daripada membersihkan botol, menakar,membawa perlengkapan susu kemana-mana saat pergi.

Telur Mendongkrak IQ Anak


inmagine.com

Jangan pernah mengabaikan telur dalam makanan anak. Cukup dua butir telur setiap hari dapat membantu perkembangan IQ (intelligence quotient) anak serta mengobati penyakit defisiensi yodium yang banyak diderita murid di daerah pegunungan.

Hal itu diungkapkan ahli gizi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo, SKM, M.Kes, saat memaparkan hasil penelitiannya kepada wartawan, di FK UGM, Bulaksumur Yogyakarta, Senin (5/10/2009).

“Dua keuntungan bila anak-anak kita mau mengkonsumsi telur, dua butir setiap harinya,” kata Toto.

Staf pengajar jurusan gizi kesehatan FK UGM itu memaparkan hasil penelitiannya pada siswa sekolah dasar (SD) di daerah pegunungan di Kabupaten Wonosobo dan Wonogiri, Jawa Tengah. Hasilnya, didapatkan dampak kekurangan yodium ini dapat menurunkan IQ sekitar 10-15 persen.

“Ketika ditreatment dengan telur bisa menambah IQ sekitar
20 persen,” kata Sudargo.

Menurut dia, rata-rata anak sekolah di seluruh Indonesia sekitar 35-65 persen masih kekurangan gizi, terutama defisiensi yodium. Daerah Wonosobo dan Wonogiri, siswa SD mengalami kekurangan yodium sekitar 19 hingga 33 persen.

Dia mengatakan pemanfaatan telur untuk dikonsumsi sangat baik, karena daya serap satu butir telor yang beratnya 60 gram mengandung 7-8 gram protein. Sementera kebutuhan anak sekolah 45 gram protein.

“Saran kita adalah perlu sekali untuk konsumsi telur. Apalagi kalau digoreng, karena ada tambahan 10 gram protein akan menambah 110 kilo kalori,” ungkap dia.

detik.com

Artikel Terkait :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 622 other followers

%d bloggers like this: