Orang Tua Ditipu Baby Einstein


Video perkembangan bayi seperti Baby Einstein dan Brainy Baby benar-benar dapat memperlambat belajar balita, menurut temuan sebuah studi baru .

Untuk tiap jam per hari yang dihabiskan untuk menonton DVD dan video bayi, bayi berusia delapan sampai 16 bulan memahami rata-rata enam sampai delapan kata lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak menonton DVD, menurut temuan studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics.

Untuk balita berusia 17 sampai 24 bulan, DVD tidak memiliki efek positif maupun negatif.

Penulis utama studi ini, Frederick Zimmerman, seorang profesor pelayanan kesehatan di University of Washington, telah menyerukan kepada orang tua untuk membatasi akses  anak-anak mereka terhadap materi tontonan tersebut.

“Fakta paling penting yg datang dari penelitian ini adalah tidak ada bukti yang jelas tentang manfaat yang berasal dari DVD bayi dan video dan terdapat peringatan tentang bahayanya,” katanya.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada bulan Mei, para peneliti yang sama menemukan sekitar 90 persen anak AS di bawah usia 2 dan sebanyak 40 persen bayi di bawah tiga bulan itu adalah penonton reguler televisi, DVD dan video.

Dr Susan Linn, wakil pendiri Koalisi Kampanye untuk Anak Bebas Komersial , menuduh penjual DVD perkembangan bayi sebagai  “pemasaran palsu dan menipu”.

“Tidak hanya tidak ada bukti bahwa video bayi bermanfaat seperti klaim para produser, tapi media ini sebenarnya bisa melemahkan pengembangan keterampilan bayi yang justru  mereka klaim mereka mampu melakukannya,” katanya.

Dr Linn telah mengajukan keluhan formal melalui Komisi Perdagangan Federal AS atas DVD.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak di bawah usia 2 tahun seharusnya tidak menonton televisi manapun.

Para peneliti yang melakukan studi saat ini mensurvey 1.000 keluarga dengan anak yang lahir dalam dua tahun sebelumnya, meminta mereka menyebutkan kata dari daftar  90 kata, termasuk choo choo, ibu dan hidung, yang anak mereka pahami.

Orang tua juga ditanya seberapa sering mereka membaca buku atau bercerita untuk anak-anak mereka, dan para peneliti menemukan bahwa pembacaan cerita sehari-hari terkait dengan sedikit peningkatan kemampuan bahasa.

Mereka mengatakan DVD bayi tidak efektif karena mereka memiliki sedikit dialog, adegan pendek, gambar terputus dan hanya menggambarkan gambar-gambar yang tak dapat dideskripsikan misalnya  seperti gambar lampu lava.

“Saya percaya tanggung jawab berada pada produsen untuk membuktikan klaim mereka bahwa menonton program-program ini dapat berdampak positif pada perkembangan kognitif anak,” kata Dimitri Christakis, seorang peneliti pediatrik di Seattle Children ‘s Hospital Research Institute dan partner dalam penelitian tersebut.

Andrew Meltzoff, wakil direktur dari University of Washington Institute for Learning and Brain Sciences, orang tua dan  pengasuh adalah guru bagi bayi yang pertama dan terbaik.

“Mereka [orang tua] secara instingtif menyesuaikan cara bicara mereka, pandangan mata dan simbol sosial lainnya guna mendukung ketepatan berbahasa,” kata Meltzoff.

“Menonton DVD yang menarik perhatian dan TV tidak mungkin dapat disetarakan dengan interaksi sosial yang hangat dan manusiawi. Pada anak yang lebih tua mungkin dampaknya berbeda. Tapi untuk bayi yang lebih muda belajar bahasa terbaik adalah dari orang-orang langsung.” (smh.com.au)