Blog Archives

Cara Membersihkan Bayi Baru Lahir


inmagine.com

Membersihkan Tali Pusat

Benda yang menempel pusar si kecil ini sering membuat kita serba kikuk. Takut merawatnya dan menyakiti bayi. Benda itu adalah sisa tali pusat yang akan lepas dengan sendirinya sekitar 7- 14 hari ( meski ada juga yang sampai hampir sebulan ) setelah bayi lahir. Tak ada yang menakutkan, yang penting bagaimana kita merawat kebersihannya agar terhindar dari infeksi..

Cara benar merawat tali pusat si kecil.

* Usahakan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu dalam keadaan kering dan bersih. Tali pusat yang lembab bisa memancing jamur dan infeksi, juga membuat lama terlepas.
* Bila si kecil buang air besar, lepaskan dan lipat popoknya ke arah belakang, sehingga tali pusat terhindar ke arah belakang, sehingga tali pusat terhindar dari kotoran maupun air seni.
*Setiap kali mandi, beri perhatian khusus pada tali pusat. Mandikan bayi, gosok tali pusat dengan sabun. Keringkan dan bersihkan dengan alkohol 70 persen. Biarkan dalam keadaan terbuka, tak usah dibungkus-bungkus, kecuali infeksi. Jadi, jangan dipakaikan bedak, abu gosok atau dikunyahin sirih dan sebagainya. Nanti malah jadi tetanus dan sarang kuman. Penggunaan antiseptik pun tak lagi dianjurkan, karena ada kandungan yodium. Kalau pemberiannya berlebihan menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan gondoknya. Pemakaian alkohol pun hanya digunakan sesudah mandi pagi dan sore.
* Selalu pantau kondisi tali pusat. Bila terlihat tanda-tanda iritasi, kemerahan, berdarah atau berbau tak sedap, segera periksakan ke dokter.

Menggunting Kuku
Kuku bayi memang kelihatan mungil, tipis dan lembut. Makanya, banyak orang tua ngeri memotong kuku bayinya, karena takut melukai jari si kecil.
Sebenarnya, kuku lebih tahan serangan kuman. Tetapi, kalau kuku selalu dalam keadaan lembap, jamur serta kuman senang bersarang di sana. Belum lagi kalau kebersihannya kurang terjaga, sementara bayi gemar memasukkan jarinya ke mulut yang membuat kukunya terus-menerus lembab. Itu sebabnya, kuku si kecil harus selalu dalam keadaan kering. Perhatikan beberapa hal saat menggunting kuku si kecil.
* Amati selalu panjang kuku si kecil, mengingat pertumbuhan kuku bayi jauh lebih cepat dari orang dewasa.
* Potong atau gunting bila terlihat panjang dan tajam. Meski tipis dan lemah, kuku yang panjang bisa menggores wajah si kecil.
* Potong atau gunting kuku si kecil setelah mandi, karena masih lunak sehingga mudah digunting. Tetapi, kalau bayi anda termasuk yang tak bisa diam, lakukan saat ia tidur lelap di siang hari.

Caranya :

1. Gunakan pemotong kuku atau gunting yang dirancang khusus untuk bayi.
2. Sebelum digunakan, tak ada salahnya dibersihkan dulu dengan alkohol 70%.
3. Pegang salah satu telapak tangan si kecil dengan tangan kiri anda (sebaliknya bila anda kidal), lalu lebarkan jarak antar jari-jarinya.
4. Gunting kuku si kecil dengan tangan kanan anda secara perlahan.
5. Bersihkan kotoran yang ada di balik kuku dengan kapas yang dibasahi air hangat.

* Jangan terlalu sering menggunting kuku bayi, karena akan mempermudah terjadinya kerusakan kulit di sekitar kuku.
* Meski sudah super hati-hati, terkadang terjadi juga sedikit luka di kulit bayi saat anda memotong kukunya. Tak perlu panik. Segera bersihkan darah dengan kapas dan beri obat antiseptik. Jika perlu, kenakan sarung tangan.

Membersihkan Telinga.
Membersihkan telinga bayi tidak serumit yang anda duga. Yang penting, anda tetap tenang meski si kecil selalu menggerak-gerakkan kepalanya. Anda tidak perlu memasukkan bola kapas atau kapas berantai ke dalam lubang telinganya. Cukup bersihkan bagian luar serta daun telinga si kecil.
Telinga bayi sebaiknya di bersihkan dengan cara:
* Lakukan bersamaan waktu ia mandi.
* Basahi waslap dengan air hangat dan beri sabun bayi sedikit. Angkat sedikit kepala si kecil, lalu usap daun telinga serta bagian belakang telinganya. Bilas sampai bersih.
* Gunakan kapas bulat atau kapas berantai yang dicelup air hangat, lalu bersihkan bagian luar hingga lubang telinga si kecil, termasuk ceruk-ceruk ( lekukan) pada daun telinganya.
* Keringkan dengan handuk kecil lembut.

Cairan lilin di telinga si kecil sebenarnya normal, bahkan berguna sebagai penghalang masuknya kotoran dari luar. Jadi, tak perlu terlalu dirisaukan, kecuali kotoran itu sampai mengeras dan menutupi lubang telinga si kecil.

Membersihkan Mata.
Adakalanya, mata si kecil terlihat redup dan terdapat kotoran menempel di kelopaknya. Jangan khawatir, mudah kok membersihkannya.
* Bersihkan mata si kecil bersamaan dengan waktu mandinya, atau setiap pagi dan sore hari.
Sebelum membersihkan, bersihkan dulu tangan anda agar kalau ada kuman di sana tidak berpindah ke mata si kecil.
* Gunakan kapas bulat yang sudah dicelup air hangat.
* Usapkan perlahan mata si kecil (lakukan dari arah tengah ke luar). Jangan bolak-balik.
* Ganti kapas setiap kali usap. Selain agar kotoran mata yang menempel di kapas tak mengenai matanya lagi, juga agar mata si kecil tidak terkontaminasi kuman dari satu ke mat yan lain.

Terkadang air mata si kecil terus menerus keluar. Hal ini karena ada sumbatan di saluran air mata. Atasi dengan memijat secara halus bagian pangkal hidung si kecil.
Penting diingat! Kalau kotoran mata si kecil tak juga hilang meski selalu dibersihkan, segera bawa ke dokter, karena bisa jadi matanya terinfeksi kuman.

Perawatan Wajah.
Agar bayi terhindar dari infeksi kulit maka kulit wajahpun harus dijaga kebersihannya dengan cara kulit wajah di seka dengan air matang.

Perawatan Mulut.
Bila pada mulut, bibir, atau lidah bayi tampak seperti bekas susu yang tebal dan sulit dibersihkan, maka bayi tersebut kena jamur mulut. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.

Pemakaian Popok.
Ganti popok bayi setiap kali basah oleh air kencing dan tinja. Bersihkan bagian bokong bayi dengan air bersih dan keringkan. Perawatan ini dilakukan untuk mencegah infeksi kulit atau kulit lecet.

Memandikan Bayi.
Mandikan bayi di ruangan yang cukup hangat dan tak banyak angin. Mandikan bayi 2x sehari dengan mengunakan air bersih dan sabun bayi. Sabun mandi orang dewasa tak boleh dipakai oleh kulit bayi.

Membersihkan Kelamin Bayi

Bersihkan dengan cebok dan pakai sabun. Saat mandi, bayi laki-laki bagian kulupnya ditarik dan dibersihkan pakai sabun, karena banyak sisa-sisa kencing. Apalagi bila pakai pampers. Bisa juga membersihkannya sehabis pipis, bayi dipegangi di wastafel, bersihkan bekas pipisnya dengan air keran yang mengalir, pakaikan sabun, keringkan dan pakaikan celana pendek.

Perawatan kulit Bayi.
Pada lipatan-lipatan kulit harus senantiasa di jaga agar senantiasa kering, kulit yang lemab mudah terkena infeksi. Apabila bayi BAK atau BAB bersihkan dengan air hangat, kemudian dilap sampe kering dengan kain yang halus.

Kulit bayi yang baru lahir cenderung berkeriput dan memiliki lapisan pelindung tipis (vernix) yang akan lepas perlahan. Ini merupakan proses alamiah yang terjadi di minggu pertama bayi. Tak perlu dipaksa untuk membuat kulit-kulit tersebut lepas, jangan digosok atau dibantu melepasnya dengan lotion atau krim. Namun, ada kondisi ketika bayi lahir melebihi waktu perkiraan, proses pelepasan kulit ini akan terjadi saat bayi masih berada dalam rahim.

Disarankan pula untuk Anda tidak menggunakan produk-produk bayi di awal bulan kehidupan si bayi. Sistem imun tubuh si bayi masih dalam perkembangan. Jika Anda memiliki sejarah keluarga masalah kulit, alergi, atau asma, akan sangat bijaksana untuk melindungi sistem imun tubuh si bayi, sekaligus melindungi si bayi dari hal-hal yang bisa mencetus alergi.

Amat disarankan untuk mencuci pakaian bayi sebelum digunakan. Hanya gunakan deterjen khusus pakaian bayi yang bebas dari pewangi dan pewarna. Cucilah segala kain yang berhubungan langsung dengan kulit bayi secara terpisah dari pakaian keluarga. Tambahkan bilasan air agar benar-benar memastikan pakaian tersebut terbebas dari zat kimiawi.

Kecuali karena air liur dan kotorannya sendiri, tubuh bayi yang baru lahir tidak terlalu kotor. Dalam keadaan nyaman, bayi tidak terlalu banyak berkeringat. Untuk satu bulan pertama, lap tubuhnya dengan spons dua-tiga kali seminggu sudah cukup untuk menjaga kebersihan si bayi. Sesekali, coba lap bagian dalam mulut bayi dan daerah popok dengan sedikit air atau pembersih.

Pemberian Minyak Kayu Putih

Pemberian minyak kayu putih pada usia berapa saja tak masalah. Hanya ada dua faktor; seberapa besar konsentrasinya dan seberapa iritatif serta sensitif kulit si bayi. Tentunya konsentrasi minyak kayu putih yang asli, misal, dari Ambon, akan berbeda dengan yang sudah campuran. Yang asli akan terasa makin pedas. Faktor iritasi yang ditimbulkan pun berbeda. Semakin asli semakin beruntusan kulitnya.

Jadi, tak ada larangan orang tua memakaikan minyak kayu putih pada bayinya, tergantung seberapa iritatif dan sensitif kulitnya. Apalagi pori-pori kulit bayi lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa. Pori-pori ini digunakan untuk pernapasan kulit. Jika pori-pori tertutup dengan minyak, tak terjadi pernapasan kulit. Akibatnya, kulit jadi kemerahan. Solusinya, tak usah diberi obat macam-macam. Mandikan saja dan dikeringkan.

Pemberian Bedak Pada Bayi

Sebetulnya di Indonesia tak perlu penggunaan bedak, baby oil, baby lotion , dan segala macam. Sebab, tingkat kelembabannya tinggi, hingga permukaan kulit tak pernah kering. Praktek lain yang salah tentang bedak yaitu digunakan untuk membersihkan bekas kencing atau daerah-daerah yang basah karena keringat. Padahal, campuran bedak dan keringat adalah media yang baik untuk tumbuh kuman. Sementara permukaan kulit sendiri sudah penuh kuman. Itu sebab, bila tak mandi, terjadi pembusukan oleh bakteri yang ada di permukaan kulit. Apalagi di lipatan-lipatan seperti leher, selangkangan, yang lebih cepat terjadi pembusukan.

Memang tak menyebabkan kematian, tapi banyak beruntusan, dan kadang ada nanah-nanah kecil di lipatan seperti leher. Solusinya, bayi dimandikan. Jangan pakai air panas, kecuali di daerah yang dingin sekali. Pakailah sabun bayi atau sabun khusus, selain untuk membersihkan juga menghambat tumbuhnya kolonisasi kuman.

Bolehkah pemberian minyak kelapa pada biang keringat?

Tidak, karena akan menutup pori-porinya.

Cara Menyusui yang Benar


Langkah menyusui yang benar :

  1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan aerola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.
  3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari lain menopang dibawah, jangan menekan puting susu atau aerolanya saja.
  4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflek) dengan cara : a. menyentuh pipi dengan puting susu atau, b.menyentuh sisi mulut bayi
  5. Setelah bayi membuka mulut,dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi : a. Usahakan sebagaian besar aerola dapat masuk kemulut bayi,  sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak dibawah aerola. b. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi

Cara pengamatan Tehnik menyusui Yang Benar :

Menyusui dengan tehnik yang tidak benar bisa menyebabkan puting susu menjadi lecet, ASI keluar tidak optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu.Untuk mengetahui bayi telah menyusui dengan benar, perhatikan :

- Bayi tampak tenang

- Badan bayi menempel pada perut ibu,

- Mulut bayi terbuka lebar,

- Dagu bayi menempel pada payudara ibu,

- Sebagaian besar aerola masuk kedalam mulut bayi,aerola bawah lebih banyak yang masuk,

- Bayi nampak mengisap dngan kuat dengan irama perlahan,

- Puting susu ibu tidak terasa nyeri,

- Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus,

- Kepala agak menengadah.

- Melepas isapan bayi :

Setelah meyusui pada satu payudara sampai terasa kosong, sebaiknya mengganti denagn payudara yang lain. Cara melepas isapan bayi :

1. Jari kelingking ibu dimasukkan kemulut bayi melalui sudut mulut atau,

2.  Dagu bayi ditekan kebawah.

  • Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan aerola sekitarnya, biarkan kering dengan sendirinya.
  • Menyendawakan bayi, dengan tujuan mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah (gumoh) setelah menyusui. Dengan cara : Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan atau, Bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu, kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.

Lama dan frekwensi menyusui

Sebaiknya bayi disusui secara sesuai keinginan bayi (on demand),karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya.Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2 jam. Menyusui yang dijadwalkan akan berakibat kurang baik,karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangssangan produksi berikutnya.menyusui malam hari juga akan memacu produksi ASI.

Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan BH (kutang) yang dapat menyangga payudara,tetapi tidak terlalu ketat.

Waktu menyusui bayi

Menyusui bayi tidak perlu di jadwal.Bila bayi membutuhkan atau menangis ibu harus segera memberikan ASI.

Bila bayi puas menyusu,bayi akan tertidur pulas.

Ketika bayi tertidur dalam keadaan masih menyusu,untuk melepaskan putting dari mulut bayi ibu dapat memasukkan jari tangan secara perlahan  kedalam mulut bayi menyusuri putting susu.Dengan demikian, bayi masih dapat merasa ada sesuatu yang di isap.Kemudian dengan perlahan lepaskan putting susu dari mulut bayi, hal ini untuk menghindari lecet akibat gesekan yang kuat dan bayi tidak terkejut.

Cara menyusui bayi

Bergantian diantara dua payudara bila payudara pertama yang disusui masih ada , hendaknya dikeluarkan dengan memasase payudara kearah putting susu sampai payudara tidak lagi mengeluarkan ASI lagi. Hal ini akan memperlancar pengeluaran ASI berikutnya dan pengeluaran berikutnya akan lebih banyak. Bila terdapat sisa sedikit harus segera dikeluarkan lebih dulu, tetapi bila masih biarkan saja dan untuk menyusui berikutnya di mulai pada payudara yang mengandung ASI sebelumnya.

ASI dapat disimpan dalam suhu ruang sampai 8 jam dan 2 kali 24 jam, bahkan dalam frezer dapat bertahan sampai 6 bulan.Wadah yang direndam kedalam air hangat (suhu lebih kurang lebih 50 derajat celcius).Hindari menggunakan air panas atau merebus agar berbagai jenis nutrisi, sel-sel hidup, maupun factor-faktor yang ada di ASI tidak rusak.

Pengeluaran ASI

Melakukan mamase dari bagian tepi buah dada kemudian menekan bagian belakang putting susu untuk mengeluarkan sebagian ASI. Setelah ASI keluar dengan aliran normal, baru dapat disusukan kepada bayi.Mencuci tangan sampai bersih siapkan tempat untuk menampung ASI dan p[ayudara dikompres dengan kain(handuk) hangat dengan gerakan dari arah luar kearah putting susu.Cara pengeluaran ASI dengan pompa tangan.

Menghindari penggunaan dot

Alasan ibu berkerja memberi solusi untuk memberi makanan pendamping selain ASI.Tidak mau memberikan ASI adalah takut kecantikan citra tubuh ibu terganggu,ibu memahami apa yang menyebabkan pemberian ASI atau ASS dengan dot akan mempengaruhi pengeluaran ASI.Bayi menyusu dengan benar bila daerah areola mamae(bagian hitam sekitar putting susu)masuk ke mulut bayi sehingga seluruh duktus laktiferus yang terletak di puncak payudara bagian belakang putting tertekan oleh rahang bayi. Bila bayi hanya menghisap putting susu, bayi hanya mendapat ASI sedikit dan bila makin kuat bayi menghisap akan menyebabkan lecet pada daerah sekitar putting susu.

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 662 other followers

%d bloggers like this: