Tak Ada Bayi Sakit Akibat Susu Formula


inmagine.com

JAKARTA, JUMAT – Tidak ada laporan yang menyebutkan adanya bayi yang sakit akibat minum susu formula. Demikian salah satu dari delapan poin yang muncul dalam jumpa pers terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan IPB Sri Estuningsih mengenai Enterobacter sakazakii di kantor Departemen Komunikasi dan Informasi, Jakarta.

Berikut ini delapan poin hasil pertemuan Depkes, Institut Pertanian Bogor, dan Badan POM yang disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, Dr. Lily Sulistiowati kepada Kompas.Com :

  1. Penelitian IPB dilakukan pada tahun 2003 dengan sampling susu yang beredar pada masa itu, maka susu yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii sekarang sudah tidak ada lagi di pasaran.
  2. Sesuai kaidah penelitian, peneliti belum pernah dan tidak akan mengumumkan merek yang telah diteliti.
  3. Adanya isu tentang daftar susu aman dan susu berbahaya yang beredar di masyarakat dan mengatasnamakan Badan POM adalah tidak benar.
  4. Sampai saat ini di Indonesia tidak didapatkan laporan tentang kasus bayi yang sakit akibat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii.
  5. Laporan kasus di luar negeri, selama 42 tahun (sejak 1961 sampai dengan 2003) hanya ditemukan 48 kasus, umumnya pada bayi umur di bawah satu bulan, dengan sistem kekebalan tubuh rendah, berat badan lahir rendah, dan bayi prematur.
  6. Bayi 0-6 bula harus diberi ASI eksklusif. Bila karena sesuatu hal ASI tidak dapat diberikan, maka dapat diberikan susu formula.
  7. Dalam memberikan susu formula, harus memperhatikan standar kebersihan peralatan dan prosedur mempersiapkan serta menyajikan susu formula dengan benar.
  8. Seluruh susu formula yang beredar di pasaran telah dilakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu dan gizinya serta dimonitor secara berkala oleh Badan POM