Tumbuh kembang anak perlu terus dipantau sejak kelahirannya. Dan para ibu perlu tahu, ada tiga faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai dari nutrisi, genetik dan lingkungan. Namun stimulus atau rangsangan juga sangat dibutuhkan selain tiga faktor utama. Rangsangan yang baik dan tepat bisa sangat mendukung perkembangan si kecil agar lebih optimal. Namun, jika rangsangan […]
Category Archives: Problem & Penyakit pada Bayi dan Anak
Berbagai penyakit pada anak dan masalahnya.
Curigai Bayi yang Kuning Lebih dari 2 Minggu
Jul 18
This gallery contains 1 photo.
Jakarta, Bayi yang dilahirkan dengan kulit menguning biasanya akan normal dengan cara dijemur. Tapi jika bayi kuning tak kunjung hilang hingga 2 minggu meskipun sudah dijemur, kondisi ini bisa dicurigai sebagai atresia bilier. Atresia bilier adalahpenyakit pada bayi yang menyebabkan saluran empedu menjadi buntu, hal ini membuat hati tidak mampu mengalirkan empedu ke dalam usus […]
Bagaimana jika Bayi Kegemukan
Jul 14
Bayi: Usia 0 sampai 1 tahun Menyusui mengurangi risiko terjadinya obesitas di usia kanak-kanak dan setelahnya. Bayi yang menyusu terbiasa minum secukupnya, dan produksi ASI pun menyesuaikan. Untuk bayi yang minum susu botol, lawan keinginan Anda untuk membujuk si kecil menghabiskan susunya sampai licin tandas, setelah bayi menunjukkan tanda kenyang. ”Tidak secara otomatis Anda harus […]
Cegah Obesitas pada Bayi dan Balita

inmagine.com
London: Obesitas tak hanya melanda orang dewasa. Kini, balita pun rawan kegemukan. Untuk itu sejak masih kecil sebaiknya balita dibiasakan olahraga setidaknya tiga jam seharinya.
Pakar kesehatan percaya bayi seharusnya berenang dan didorong untuk melakukan senam. Dan balita harus berjalan minimal selama 15 menit seperti berjalan rutin ke kamar bayi.
Panduan olahraga ini dikeluarkan bagi anak-anak balita untuk pertama kalinya dan akan dikeluarkan pekan ini di tengah kekhawatiran ancaman obesitas. Pejabat Kesehatan di Inggris Sally Davies mengatakan dengan berolahraga mereka bergerak dan berguna untuk kesehatan.
“Ada bukti dengan membiarkan anak-anak merangkak, bermain, atau berguling-guling di lantai penting selama tahun pertama”.
“Bermain memungkinkan balita untuk bergerak dan tiga jam sehari adalah penting,” jelasnya.
“Saya pikir ada orangtua yang tidak menyadari betapa pentingnya secara fisik aktif bagi anak-anak mereka minimal selama tiga jam”.
Profesor Fiona Bull, yang merupakan Asisten Direktur British Heart Foundation National Centre for Physical Activity di Loughborough University juga memperingatkan anak-anak seharusnya mengurangi menonton televisi.
Angka NHS menunjukkan hampir seperempat anak-anak berusia empat dan lima tahun kelebihan berat badan atau obesitas. Para ahli memperkirakan 63 persen anak-anak bisa kelebihan berat badan pada tahun 2050 jika tren ini terus berlanjut.
Pedoman yang merupakan peringatan di Inggris ini akan dikeluarkan menghadapi bom waktu penyakit hati, sebab banyak anak-anak yang kelebihan berat badan. Profesor Martin Lombard dari Departemen Kesehatan berkata budaya makan berlebihan menempatkan lebih dari 500.000 nyawa orang muda berisiko.(TheSun/MEL)
Gumoh Atau Muntah Pada Bayi Normalkah?

inmagine.com
Muntah pada bayi di bawah usia 1 tahun biasa disebut dengan gumoh (Refurgitasi). Gumoh wajar terjadi pada bayi, sebab kerja saluran cerna pada bayi belum sempurna.
“Karena belum matangnya pintu antara kerongkongan dengan lambung, sehingga menimbulkan gumoh pada bayi, ini wajar,” kata dr. Badriul Hegar, Dokter spesialis saluran cerna pada anak yang ditemui dalam acara Women Health Expo 2010 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat 5 Februari 2010.
Gumoh pada bayi biasanya terjadi setelah makan atau minum ASI. Frekwensi normalnya bisa terjadi 4 kali atau lebih dalam sehari, dan berlangsung singkat.
Tapi gumoh seperti apa yang harus diwaspadai?
1. Jika anak rewel saat makan dan setelah gumoh
2. Si kecil menolak minuman
3. Berat badan tidak naik
4. Ada bercak darah pada muntahan
5. Terjadi setiap saat
6. Berlangsung lama
7. Ada gejala klinis akibat iritasi kerongkongan
Ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa gumoh yang terjadi pada bayi bukanlah gumoh biasa. Orangtua harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter, karena bisa saja akibat gumoh yang terlalu sering menyebabkan luka pada bagian saluran cerna si kecil. “Tapi gumoh walaupun normal pada bayi tetap harus diwaspadai,” jelas Hegar lagi.
Meski demikian saat terjadi gumoh, orangtua juga harus melakukan tindakan yang tepat, untuk mengatasinya orangtua harus tenang, tegakkan posisi bayi saat gumoh agar tidak masuk ke dalam hidung dan meski gumoh tidak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI, karena ASI tidak memiliki efek samping.
Untuk itu, jangan sepelekan gumoh pada bayi jika terjadi hal-hal aneh atau kondisi yang tidak biasa.• VIVAnews
Top Articles :















