Mengenal Demam Pada Anak


inmagine.com


  • Apakah demam itu?
  • Apa yang menyebabkan demam?
  • Apakah demam menular?
  • Termometer jenis apakah yang harus saya gunakan?
  • Bagaimana caranya mengukur temperatur anak saya?
  • Bagaimana mengatasi demam?
  • Berapa lama seharusnya demam berlangsung?
  • Bagaimana cara mencegah demam?
  • Kapan saya harus menghubungi dokter?

Apakah demam itu?

Demam adalah kenaikan temperatur tubuh. Demam adalah gejala, bukan penyakit. Demam menunjukkan bahwa terjadi suatu masalah pada tubuh kita dan tubuh kita sedang mengatasinya. Anak Anda demam bila hasil pengukuran suhu melalui anus melebihi 100.4 derajat F (atau 38 derajat C). Anak Anda demam bila hasil pengukuran suhu melalui mulut (oral) melebihi 99.6 derajat F (atau 37.6 derajat C). Anak Anda demam bila hasil pengukuran suhu melalui ketiak melebihi 98.6 derajat F (atau 37 derajat C). Suhu normal adalah 97-100.4 derajat F (36-38 derajat C).

Apa yang menyebabkan demam?

Demam adalah gejala dari suatu penyakit. Demam adalah mekanisme perlawanan tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri. Demam biasanya tidak berbahaya.

Apakah demam menular?

Tidak. Demam tidak menular.

Bagaimana menggunakan Termometer?

Termometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak. Selalu cuci termometer dengan air hangat (jangan panas!) setelah digunakan. Dapat juga digunakan sabun atau alkohol. Basuh dengan air dingin dan dinginkan. Simpan termometer di tempat yang aman agar tidak mudah pecah dan tidak mudah dijangkau anak. Ada beberapa jenis termometer yang dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda:

1. Termometer Kaca

Termometer kaca lebih murah dari termometer lain. Mudah pecah, kadang sulit untuk dibaca, dan anak harus duduk cukup lama selama kita mengambil suhunya. Ada dua jenis termometer kaca.: Termometer oral memiliki tabung yang panjang dan ramping. Termometer anus bertabung pendek dan bulat. Termometer oral adalah yang terbaik. Goyang-goyangkan termometer sebelum dan sesudah digunakan. Air raksa/merkuri harus ada di bawah angka awal sebelum kita menggunakannya. Ambil suhu anak Anda. Pegang termometer pada jarak dimana kita dapat mudah membacanya. Putar pelan-pelan sampai kita dapat melihat air raksanya (garis hitam). Lihat angka dimana garis hitam berhenti. Jika angka dalam Fahrenheit, termometer akan menunjukkan 95,96,97… Jika angka dalam Centigrade maka termometer menunjukkan 35, 36, 37. Ada garis panjang dan garis pendek pada termometer. Baca angka yang terdekat ke garis panjang terlebih dahulu. Baru hitung berapa garis pendek yang dilalui garis hitam.

2. Termometer Digital

Termometer digital lebih mahal dari yang lainnya. Alat ini menggunakan batere tapi dapat bekerja lebih cepat walaupun anak kita masih harus duduk sebentar ketika suhunya diukur. Nyalakan termometer. Taruh ujungnya di mulut anak atau dibawah ketiaknya. Pegang di tempatnya sampai terdengar suara atau ketika suhunya tidak berubah lagi. Angka yang tertera di layar langsung menunjukkan berapa temperatur anak.

3. Termometer Tympanic (Telinga)

Termometer tympanic adalah yang paling mahal dari yang dibahas disini. Ia memerlukan batere tapi bekerja paling cepat. Nyalakan termometer. Bila kita akan mengukur suhu di telinga, tombol harus tepat pada tulisan “EAR” atau “ORAL”. Bila kita akan mengukur suhu lewat anus, maka tulisan haruslah “RECTAL”. Paling baik jika kita menggunakan termometer ini pada telinga. Letakkan termometer pada telinga anak. Tekan START. Pegang selama satu detik. Angka di layar menunjukkan berapa suhu anak.

Bagaimana caranya mengukur suhu anak?

Mengukur dengan sentuhan tangan pada kepala anak, wajah atau perut bukanlah cara yang baik untuk menentukan apakah anak kita demam atau tidak. Anda harus mengukur suhunya dengan termometer (bukan dengan temperature strips atau termometer empeng). Gunakan cara mengukur suhu yang terbaik sesuai usia anak Anda. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian dengan termometer.

Bayi dan Balita

Mengukur suhunya lewat anus dengan aman tidaklah mudah. Mengukur suhu bayi di bawah ketiak adalah yang terbaik. Taruh ujung termometer di tengah ketika. Pegang dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk memegang tangannya. Pegang termometer selama 3-4 menit.

Anak diatas 5 tahun

Bila tidak sulit, ukur temperatur lewat mulut anak. Hati-hati karena anak yang lebih kecil biasanya suka menggigit termometer. Bila anak kita baru saja minum, tunggu 10 menit sebelum mengukur suhunya. Baringkan atau suruh duduk. Letakkan termometer di bawah lidahnya. Suruh anak anda untuk menutup bibirnya tapi tidak menggigit termometer. Pegang termometer selama 2-3 menit.

Bagaimana mengatasi demam?

Demam dapat dirawat tanpa menggunakan obat-obatan.

Tanpa obat-obatan:

  • Jika anak kita masih dapat makan, minum dan main, dia mungkin sama sekali tidak memerlukan obat.
  • Gunakan pakaian yang ringan atau lepaskan bajunya sehingga panas dapat keluar lewat kulitnya.
  • Selimuti dengan selimut tipis jika dia kedinginan atau menggigil.
  • Tenangkan anak Anda. Terlalu banyak aktifitas dapat memperburuk demamnya.
  • Berika ekstra cairan (seperti air, Popsicles, Jell-O atau juice). Jika ia tidak mau minum, berikan cairan apapun yang dia mau minum (termasuk es krim, red.)

Dengan obat-obatan:

  • Obat dapat menolong anak kita merasa lebih baik tapi mungkin tidak akan memberhentikan demamnya.
  • Berikan Acetaminophen (seperti Tylenol, Tempra, atau Panadol) setiap empat jam.
  • Baca label dan ikuti petunjuknya. Beri jumlah yang tepat sesuai berat badan dan usianya.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Ibuprofen (seperti Pediaprofen, Motrin, atau Advil).
  • Jangan gunakan aspriin untuk demam. Asprin dapat mengakibatkan sakit yang lebih serius, terutama bila anak kita justru sedang terserang cacar air
  • Anak mungkin butuh berendam jika panasnya lebih dari 40 derajat C dan belum turun setelah 30-60 menit setelah diberi obat. Gunakan air hangat, bukan air dingin. Jangan tinggalkan anak sendirian di bak.
  • Hentikan berendam jika anak mulai menggigil.
  • Jangan mengompreskan alkohol ke kulit anak karena dapat mendinginkannya terlalu cepat atau menyebabkan keracunan alkohol.
Berapa lama demam berlangsung?

Demam biasanya berlangsung tidak lebih dari tiga hari. Kontak dokter jika suhu anak tidak turun juga.

Bagaimana mencegah demam?

Suhu tubuh bervariasi sepanjang hari. Suhu biasanya naik di udara hangat, setelah olahraga, setelah minum panas, dan ketika menggunakan baju tebal. Demam adalah tanda bahwa tubuh kita sedang memerangi infeksi, jadi tidak perlu dicegah. Amati kelakuan anak untuk mengetahui apakah demamnya normal. Baca instruksi di bawah untuk mengetahui kapan harus menghubungi dokter.

Kapan harus menghubungi dokter?

Kontak dokter jika bayi Anda berusia dibawah 3 bulan dan suhunya tinggi. Kontak dokter jika anak Anda suhunya 40 derajat C atau lebih. Kontak dokter jika anak Anda demam dan kehilangan nafsu makan, sakit kepala, muntah atau sakit perut, rewel, mengantuk berat, menangis tidak seperti biasanya, tidak bisa menelan, sakit tenggorokan, susah nafas, sakit telinga atau sakit ketika buang air.

Ringkasan

Demam adalah peningkatan suhu tubuh. Demam adalah mekanisme perlawanan tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri. Demam tidak menular. Secara umum ada tiga jenis termometer: kaca, digital dan tympanic. Ada beberapa cara mengukur suhu anak Anda. Gunakan yang terbaik sesuai usianya. Kebanyakan anak tidak membutuhkan obat jika demam. Obat tidak akan menghentikan demam tapi dapat menolongnya merasa enakan. Demam seharusnya tidak berlangsung lebih dari tiga hari. Mengalami demam berarti tubuh kita sedang berperang melawan infeksi, jadi tidak perlu mencegahnya. Kontak dokter jika bayi anda demam atau menunjukkan perilaku-perilaku tertentu selama demam.

References

Diterjemahkan oleh Tria Barmawi dari artikel yang ditulis oleh: Donna D’Alessandro, M.D.Lindsay Huth, B.A.Peer Review Status: Internally Reviewed Creation Date: October 2001 Last Revision Date: April 2002

Jangan Khawatir Jika Bayi Menangis


Dua puluh persen bayi usia 2 sampai 4 bulan secara alami mengalami kolik infatil atau menangis berkepanjangan. Namun tangisan bayi tidak berlangsung sebentar, bahkan terkadang membuat orangtua panik karena bayi menangis seperti tampak kesakitan, sambil meraik kaki ke arah perut, kepalanya bergerak-gerak, wajahnya terlihat kemerahan dan sering disertai dengan kentut atau flatus.

Tapi jangan khawatir jika bayi Anda mengalaminya, tak perlu panik meski penyebabnya tidak jelas, Anda tidak perlu terburu-buru membawa anak ke dokter. Biasanya kolik timbul pada sore dan malam hari.

Jika anak mengalami kolik infatil tangisan yang terjadi bisa berlangsung lebih dari 3 jam per hari, bisa pula terjadi lebih dari 3 hari per minggu dan bahkan ada yang terjadi hingga lebih dari 3 minggu.

“Memang belum ada research yang meneliti tentang penyebabnya, tapi biasanya bayi yang mengalami kolik, faktor resikonya bisa karena bayi lahir dengan berat rendah, ibu inteligensia dan pendidikan tinggi, bisa pula karena risiko emosi ibu. Sebab jika ibu belum berpengalaman mengurus bayi dan merasa cemas, bayipun juga bisa ikut cemas,” kata dr. Badriul Hegar, Dokter spesialis saluran cerna pada anak yang ditemui dalam acara Women Health Expo 2010 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat 5 Februari 2010.

Untuk mengatasinya agar tangis tak berkepanjangan, apa yang harus dilakukan orangtua untuk membuatnya tenang, berikut triknya:

1. Jika bayi ingin tenang, orangtua juga harus tenang

2. Berikan rasa nyaman pada bayi

3. Berikan makanan atau ASI pada bayi lebih sering dan beri dekapan lembut

4. Ibu mencari teman berbagai

5. Berikan pijatan pada bayi, ini bisa membuatnya rileks

Lakukan lima hal tersebut, jika bayi Anda terus menangis. Jadi tidak perlu panik dan terburu-buru membawanya ke dokter.

Anak Menangis dan Muntah Setiap Diberi Makan


Belajar makan merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu baik kualitas maupun kuantitas. Artinya memberikan makan bukan dalam jumlah besar pada satu waktu pemberian dan bukan harus 2-3 kali sehari. Bila volume makannya sedikit, pemberian makanan dapat 5-6 kali sehari. Yang penting target asupan makanan tercapai.

Jangan memaksakan jumlah suapan dalam sekali makan bila anak sudah menolak. Coba istirahat sebentar kemudian diberikan lagi, namun bila tetap menolak, berikan jeda waktu agak lama. Dan yang penting juga untuk diperhatikan adalah cara kita memberikan harus dengan sabar serta jangan dengan paksaan.

Pemberian makan juga perlu diperhatikan kekentalan dan rasa. Ajarkan bayi dengan makanan dari kekentalan yang cair menjadi lebih padat secara bertahap. Demikian juga rasa makanan, jangan mengganti makan terlalu cepat. Karena bayi membutuhkan waktu untuk belajar rasa suatu makan. Namun tidak boleh juga tetap satu rasa saja. Dr Aditya Suryansyah SpA

Resiko Kepala Bayi Sering Terbentur


Menjelajah ke sana kemari, berlarian, atau memanjat, merupakan ciri khas balita. Aktif bergerak memang membuat badan si kecil menjadi sehat, tapi risiko terjatuh atau terbentur benda keras juga tinggi. Bila balita mengalami cidera di kepala, perlukah pemeriksaan dalam?

Mengingat bahaya radiasi untuk anak, para ahli mengingatkan agar orangtua tak melakukan pemeriksaan dalam seperti computed tomography (CT) scan untuk setiap luka atau cidera yang terjadi di kepala.

Analisis data yang dilakukan peneliti dari Amerika Serikat terhadap 42.000 anak yang mengalami luka di kepala, 35 persennya menjalani pemeriksaan CT scan, menunjukkan hanya satu persen (376 anak) saja yang mengalami luka trauma di otak dan 60 di antaranya harus menjalani operasi. Ini berarti, sebenarnya lebih banyak anak yang lukanya ringan.

Untuk lebih jelasnya, bila anak berusia kurang dari 2 tahun terjatuh, bapak dan ibu tak perlu khawatir bila anak :

* Setelah jatuh tetap aktif bergerak

* Tidak mengalami muntah

* Tidak ada pembengkakan di kepala

* Tidak pingsan atau hilang kesadaran

* Secara kasat mata tidak terlihat adanya retak pada tulang tengkorak.

Dengan panduan bahaya di atas, para peneliti mampu memprediksi secara akurat (100 persen benar) 1.176 pasien yang mengalami luka di kepala dan dinyatakan bukan luka serius.

Untuk pasien berusia 2-18 tahun, skrining untuk menentukan kondisi klinis luka di kepala meliputi:

* anak tetap aktif,

* tidak pingsan atau hilang kesadaran,

* tidak muntah,

* tidak ada mekanisme luka,

* tidak ada keluhan sakit atau nyeri di kepala,

* serta tidak ada tanda retak di tengkorak.

Dengan panduan tersebut, para ahli dengan tepat (99,95 persen) menilai luka 3.800 pasien.

Jenis luka di kepala yang perlu mendapat perhatian serius adalah luka internal yang melukai tengkorak serta pembuluh darah di tengkorak dan otak.

Indikator anak mengalami luka internal dan perlu segera memanggil petugas kesehatan adalah:

* Anak tidak sadar atau pingsan

* Napas tidak normal

* Keluar darah dari hidung, mulut, atau telinga

* Pusing

* Muntah lebih dari 3 kali atau kejang

Jika balita atau anak tidak sadar, jangan memindahkan balita sampai ambulans datang karena dikhawatirkan ada luka di leher atau tulang belakang. Pegang kepala/leher balita (jangan sampai bergerak), sangga dengan bidai atau sangga lehernya dengan selimut yang tebal.

Deteksi Autisme pada Bayi lewat Kontak Mata


inmagine.com

Tumbuh kembang anak perlu terus dipantau sejak kelahirannya. Dan para ibu perlu tahu, ada tiga faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai dari nutrisi, genetik dan lingkungan. Namun stimulus atau rangsangan juga sangat dibutuhkan selain tiga faktor utama.

Rangsangan yang baik dan tepat bisa sangat mendukung perkembangan si kecil agar lebih optimal. Namun, jika rangsangan secara maksimal telah diberikan, namun tak ada respons balik yang ditunjukkan oleh anak, hati-hati, ini bisa menjadi tanda bahaya dalam perkembangan anak.

Tertawa dan kontak mata bisa menjadi indikasi awal si kecil memiliki kelainan atau tidak. Hal ini terkait dengan perkembangan sosial dan kemandirian anak. Untuk itu perhatikan pola respons anak ketika Anda memberi rangsangan padanya.

“Kontak mata dan tertawa adalah respons awal yang bisa ditunjukkan oleh si kecil. Jika tidak ada kontak mata dan jarang tertawa, takutnya ini adalah gejala autis,” kata Spesialis Anak, dr Attila Dewanti SpA dari Brawijaya Woman and Children Hospital.

Jika ingin melakukan deteksi dini untuk mengetahui adanya kelainan pada anak, bisa dilakukan dengan permainan cilukba. Jika anak tak menunjukkan respons, minimal tertawa, hingga usia sembilan bulan, para ibu perlu waspada dan segera melakukan konsultasi pada dokter.

Perkembangan motorik kasar pada anak juga perlu dipantau. Jika saat usia satu tahun anak belum bisa duduk, hati-hati, mungkin ada perkembangan motorik anak yang terganggu. Selain perkembangan motorik kasar, perkembangan motorik halus pun harus diperhatikan. Ini biasanya berhubungan dengan kemampuan jari.

Bayi baru lahir kondisi tangannya biasanya selalu mengepal, itu normal. Tapi, saat usia dua bulan, tangannya harus sudah terbuka. Tiga bulan harus bisa memegang mainan. Lima bulan sudah pandai memegang mainannya sendiri, dan saat usia sembilan bulan jariya harus bisa mengimpit.

“Saat usia tiga tahun, si kecil harus bisa mengancingkan bajunya sendiri, merangsang kemampuan jari sangat bermanfaat agar nantinya si kecil mudah belajar menulis dengan menggunakan pensil atau pulpen,” katanya.

Dr Atilla menambahkan, untuk mengetahui perkembangan kognisinya, si kecil bisa dirangsang dengan memberikan mainan sesuai jenis kelaminnya. Biasanya anak usia satu tahun sudah bisa bermain.

Sebagai rangsangan awal, letakkan benda di bawah karpet, jika dia sudah tertarik untuk mencari-cari barang dan mengutak-atiknya berarti perkembangan kognisinya baik. Untuk mengajarkan bicara padanya, Anda pun bisa memulai dengan terus mengajaknya berbicara sejak masa kelahirannya.

Dan, untuk mencapai tumbuh kembang anak optimal, jangan pernah lupakan pemberian ASI di masa kelahirannya, minimal selama enam bulan. Berikan nutrisi lengkap dan seimbang serta berikan rangsangan sejak dini. “Jangan lupa pantau terus tumbuh kembangnya dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan ukur perkembangan lingkar kepalanya serta berikan imunisasi.”

Curigai Bayi yang Kuning Lebih dari 2 Minggu


inmagine.com

Jakarta, Bayi yang dilahirkan dengan kulit menguning biasanya akan normal dengan cara dijemur. Tapi jika bayi kuning tak kunjung hilang hingga 2 minggu meskipun sudah dijemur, kondisi ini bisa dicurigai sebagai atresia bilier.

Atresia bilier adalahpenyakit pada bayi yang menyebabkan saluran empedu menjadi buntu, hal ini membuat hati tidak mampu mengalirkan empedu ke dalam usus 12 jari. Akibatnya empedu akan terbendung di dalam hati dan menyebabkan kerusakan hati yang dapat berujung pada gagal hati. Gejala ini sudah dapat terlihat sebelum bayi berusia 1 tahun.

Bayi dengan atresia bilier akan memiliki kulit dan mata yang menguning. Pada awalnya warna kulit tidak terlalu mencolok, sehingga sering diabaikan dan hanya dijemur-jemur saja. Tapi jika sudah 2 minggu masih tetap kuning, perlu dicurigai sebagai atresia bilier.

“Jangan biarkan bayi kuning lebih dari usia 2 minggu dan jangan terus menjemur, tapi segeralah bawa ke tenaga medis, dokter atau rumah sakit,” ujar DR Dr Hanifah Oswari, SpA(K) dalam acara peresmian Yayasan Bilqis Sehati di gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (16/9/2010).

Gejala lain yang muncul atau cukup mencolok adalah bayi memiliki urine berwarna pekat dan juga warna tinjanya yang pucat atau putih (seperti dempul). Hal ini disebabkan penderita atresia bilier tidak memiliki empedu, karena warna tinja ditentukan oleh adanya empedu (bilirubin) dalam tinja.

Dr Hanifah menuturkan bayi dengan atresia bilier bila tidak ditangani akan mengalami kerusakan hati yang berat (sirosis hati) dalam waktu 2 bulan saja. Kerusakan ini akan sangat hebat dan cepat, sehingga bayi atresia bilier yang tidak mendapatkan pertolongan medis pada umumnya akan meninggal di usia 1-2 tahun.

Atresia bilier terjadi pada 1 banding 10.000 sampai 15.000 bayi lahir hidup. Jika angka kelahiran hidup di Indonesia mencapai 4,5 juta per tahun, maka diprediksi bayi yang menderita atresia bilier mencapai 300-450 bayi setiap tahun.

“Di Jakarta sendiri diperkirakan setiap tahunnya ada 23 bayi yang menderita atresia bilier, tapi kemungkinan jumlahnya lebih besar dari itu karena ada juga yang tidak sampai ke rumah sakit,” ungkap konsultan gastroenterologi-hepatologi anak FKUI/RSCM.

Dr Hanifah menambahkan hingga saat ini para ahli dari seluruh dunia masih mencari tahu apa penyebab dari atresia bilier ini, karena beberapa bayi ada yang dilahirkan bagus tapi lama kelamaan terjadi gangguan di saluran empedunya.

“Atresia bilier adalah satu-satunya penyakit hati yang bisa menyebabkan sirosis hati pada anak dengan sangat cepat, karena pada usia bayi 2 bulan sudah terlihat tanda-tanda sirosis. Karena itu lakukan kontrol pertama saat bayi berusia 2 minggu dan saat imunisasi, sehingga atresia bilier bisa dideteksi lebih dini,” ujar dokter yang berpraktik di RSCM ini.