Link

Bahayakah Bayi Telan Air Mandi?


inmagine.com

Saat memandikan bayi, tanpa sengaja kadang bayi menelan air mandinya sendiri. Umumnya terjadi saat orangtua lengah atau masih belajar memandikan bayinya. Bahayakah air yang tertelan bayi saat mandi?

“Banyak orangtua yang mengatakan bayinya tertarik minum air mandinya, tapi orangtua tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal itu,” ujar dokter anak Tanya Remer Altmann, yang juga editor dari buku The Wonder Years: Helping Your Baby and Young Child Successfully Negotiate the Major Developmental Milestones, seperti diberitakan dari Babycenter.

Altman menuturkan bahwa ia belum pernah melihat ada seorang anak yang sakit karena minum atau tertelan air mandinya. Meski begitu, Altmann menyarankan untuk tidak membiasakan hal tersebut dan berusaha mencegah agar bayi tidak menelan air mandinya sendiri.

Jika bayi tertelan atau minum air mandi yang mengandung sabun dalam jumlah banyak memang bisa menyebabkan sakit perut atau juga muntah. Tapi kondisi ini sangat jarang terjadi. Karena bahan yang terkandung di dalam produk bayi umumnya tidak berbahaya.

Jumlah sabun yang terkandung di dalam air mandi tersebut tidaklah banyak atau sudah diencerkan di dalam bak mandinya. Dan kebanyakan bayi atau anak akan meludahkan atau berusaha mengeluarkannya jika air tersebut memiliki rasa yang tidak enak atau tidak menyenangkan. Karena itu air mandi tidak menimbulkan ancaman.

Hal penting yang harus dilakukan orangtua adalah memiliki bak khusus atau tersendiri untuk memandikan bayi, sehingga tidak tercemar dengan bahan-bahan kimia lain seperti deterjen atau pemutih. Selain itu bilaslah bak mandi dengan baik setelah digunakan.

“Jumlah bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan bak mandi biasanya kurang kuat dibandingkan dengan bahan kimia yang ada di dalam air kolam renang, karenanya jika anak tertelan air kolam renang mungkin akan menyebabkan kerugian atau lebih berbahaya,” ujar Altmann.

Untuk mencegah bayi agar tidak tertelan air mandinya adalah dengan memposisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan badannya, serta memberikan bayi mainan untuk mengalihkan perhatiannya dari air mandi.

Gallery

Masalah Pada Kulit Kepala Bayi dan Solusinya


inmagine.com

Ketombe tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga bisa terserang ketombe. Sedikit berbeda, ketombe pada bayi bukan berupa sisik putih, melainkan lebih mirip kerak. Tak heran, jika orang lebih mengenalnya dengan sebutan kerak kepala atau kerak topi (cradle cap).

Adapun kebanyakan orang Jawa lebih sering menyebutnya dengan nama sawan. Kerak ini biasa muncul saat bayi berumur kurang dari tiga buIan.

Eddy Karta, dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, menjelaskan, sawan terjadi karena masih tertinggalnya hormon androgen di tubuh si kecil. Hormon ini berasal dari plasenta ketika bayi masih di rahim.

Androgen ini yang memicu terjadinya disfungsi atau gangguan fungsi kelenjar minyak (sebum) pada kepala bayi. Cradle cap biasanya didahului dengan sisik-sisik putih pada kulit kepala bayi. Karena sering terkena udara luar, sisik putih itu bisa menebal dan jadi kerak. “Tapi, seiring menurunnya kandungan androgen, kerak menipis dan berangsur mengelupas sendiri,” kata Eddy.

Meski bisa hilang sendiri, bukan berarti Anda boleh membiarkan begitu saja. Karena kulit bayi sangat sensitif, kehadiran kerak bisa membuatnya gatal dan berujung ketidaknyamanan. Apalagi, jika dibiarkan terus, kerak pada bayi ini juga bisa mengganggu pertumbuhan rambut.

Untuk membersihkan ketombe pada bayi, para dokter tidak menyarankan Anda menggunakan sampo antiketombe bagi orang dewasa. “Gunakan produk untuk bayi dan sapukan sampo bayi dengan lembut menggunakan washlap,” terang Eddy.

Jangan juga memaksa mencabut kerak dari kepala bayi karena dapat menyebabkan infeksi pada kulitnya. Agar lebih mudah dibersihkan, Anda bisa mengoleskan baby oil agar kerak yang menempel pada kulit kepala mudah dibersihkan ketika bersampo.

Mengapa kondisi rambut dapat menjadi cerminan kondisi kesehatan secara keseluruhan? Jawabannya karena kondisi rambut ditentukan oleh berbagai fakor, seperti asupan gizi, kondisi kesehatan, sampai faktor keturunan. Nah, bagaimana kalau rambut anak Anda seperti ini?

TIPIS

Tak perlu khawatir jika rambut si kecil tergolong tipis. Selama ia sehat, tak ada masalah kok. Menggunduli rambut bayi hanyalah tradisi. Dari sisi medis, tak ada kaitan antara mencukur rambut dengan kondisi rambut selanjutnya. Yang menentukan tipis tebalnya rambut adalah empat faktor berikut:

- Genetik. Kalau orangtua dan kakek-neneknya berambut tipis, digunduli 100 kali pun tetap saja si anak berambut tipis. Begitu juga sebaliknya.

- Gizi. Asupan gizi yang cukup jelas akan memengaruhi tekstur rambut. Mereka yang asupan gizi-nya kurang biasanya rambutnya lebih tipis, kering, gampang patah dan rontok, serta cenderung berwarna kemerah-merahan.

- Hormon. Salah satunya hormon androgen yang terdapat dalam tubuh ibu selagi hamil. Bisa dipahami mengapa rambut bayi yang baru lahir biasanya sangat lebat. Namun, karena bayi belum bisa memproduksi hormon androgen sendiri, lama-kelamaan efek androgen yang terbawa dari ibunya hilang. Rambut si kecil pun akan rontok, berganti dengan rambut aslinya yang mungkin lebih tipis.

- Lingkungan ternyata juga punya andil. Banyak terpapar sinar matahari dan polusi udara akan membuat rambut kusut, kusam dan gampang patah/rontok.

- Penyakit. Antara lain seboroik yang menyebabkan munculnya ketombe. Rambut kotor oleh serpihan kerak kulit kepala rontok dan tipis.

TIDAK TUMBUH

Penyebabnya diduga akibat kelainan genetik. Atau sangat mungkin selagi hamil ibu mengalami gangguan serius, seperti terkena paparan radiasi, bahan kimia, atau radioaktif. Akibatnya, sejak lahir bayi tak memiliki rambut, bahkan tidak tumbuh-tumbuh seiring pertambahan umurnya. Untungnya, kasus ini sangat jarang terjadi.

RONTOK

Sebetulnya rambut tumbuh setiap hari sehingga masih tergolong wajar dan bisa ditoleransi bila kerontokannya tidak lebih dari 100 helai setiap hari dan berlangsung tidak lebih dari 3 bulan lamanya. Di luar itu, kerontokan yang tidak merata alias hanya di tempat-tempat tertentu, tak ada jalan lain kecuali segera bawa ke dokter. Kerontokan tak wajar ini biasanya terjadi pada anak selepas balita ketika tubuhnya menghasilkan antibodi yang berkemungkinan merusak akar rambut sehingga rambut tidak tumbuh (Alofecia totalis). Penyakit bawaan ini tak hanya membuat rambutnya rontok di seluruh kepala, tapi juga alis dan bulu mata. Namun jika cepat tertangani, gangguan ini bisa diatasi.

KETOMBE

Kata ini tidak asing lagi di telinga kita. Penyebabnya adalah eksim atau keringat yang berlebih. Eksim pada kulit kepala bisa tumbuh subur jika rambut dan kulit kepala tergolong berminyak. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh stres, kebiasaan makan yang tidak teratur, dan kurang tidur. Mengatasinya? Keramas setiap kali terkena keringat berlebih. Gunakan sampo untuk rambut berketombe yang cocok. Bila keluhan tergolong parah; gatal luar biasa atau kulit kepala sudah dipenuhi eksim atau jamur, tak ada cara lain kecuali konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

BERCABANG

Penyebabnya bisa karena faktor internal berupa asupan gizi yang kurang, kekacauan produksi hormon, atau menderita penyakit tertentu.

Mengatasinya tentu disesuaikan dengan akar penyebabnya. Penuhi kebutuhan anak dengan prinsip gizi seimbang, cukup dan beragam. Barengi dengan pengobatan terhadap penyakit yang sedang diidap. Sedangkan faktor eksternal yang menjadi penyebab antara lain polusi udara, lingkungan yang kurang sehat, sering terpapar teriknya sinar matahari, tindakan manipulatif terhadap rambut seperti penggunaan hair dryer, pengeritingan, pengecatan, pelurusan maupun penggunaan bahan-bahan kimia lain secara tidak tepat atau berlebihan pada rambut. Untuk mengurangi keluhan ini, perbaiki sanitasi lingkungan, pakailah payung atau topi sebagai pelindung kepala saat harus berada di bawah terik matahari, dan minimalkan penggunaan bahan-bahan kimiawi serta tindakan manipulatif pada rambut. Contohnya, daripada mengeringkan rambut dengan hair dryer, lebih baik angin-anginkan sebentar secara alami.

BERKUTU

Sebersih apa pun kondisi rambut anak di rumah, begitu ia ke luar rumah, terbuka kesempatan baginya untuk tertular kutu rambut. Menghindarinya? Jangan malas menyisirnya dan rajin-rajinlah mengecek kondisi rambutnya. Jika kedapatan kutu, gunakan obat antikutu rambut yang aman bagi kulitnya. Kemudian selubungi rambutnya dengan handuk selama beberapa jam atau semalaman. Menyisirinya dengan sisir khusus, membersihkan rambutnya helai demi helai dari telur dan kutu rambut adalah langkah terbaik. Rajin-rajinlah membersihkan seprai, sarung bantal dan benda-benda lain memungkinkan kutu rambut bertahan hidup.

BERJAMUR

Menurut hasil penelitian Boni E. Elewski, MD, seorang profesor dermatologi di Universitas Alabama Birmingham, ada sejenis jamur yang kerap menyerang kepala anak-anak, yakni T. tonsurans.

Jamur ini bisa mengakibatkan infeksi ringworm yang menimbulkan rasa gatal pada kulit kepala. Ironisnya, anak-anak di kota besar lebih rentan terkena infeksi ini. Terutama bila kondisi lingkungannya kurang bersih. Apalagi cara penularannya relatif sangat mudah, bisa dari binatang peliharaan yang terinfeksi, maupun penggunaan bersama sisir/sikat rambut, topi, dan media di kepala lainnya, seperti bando, jepit, dan helm.

Infeksi oleh ringworm, gejalanya antara lain berupa ruam, bercak merah berbentuk cincin atau uang logam di sekitar perut, leher, paha, dan punggung yang bagian pinggirnya terasa kasar namun halus di bagian tengahnya. Bila mengenai kulit kepala, akan muncul sisik yang mirip dengan ketombe. Agak sulit membedakannya dengan ketombe karena secara kasat mata gejalanya sangat mirip. Hanya saja kadang kala, infeksi ringworm membuat kulit kepala mengeras akibat adanya sisik yang berlapis-lapis. Meski tidak berbahaya, bila dibiarkan infeksi ini akan berdampak buruk pada kondisi rambut anak. Kerontokan rambut semakin hebat dan akhirnya memunculkan terjadinya kebotakan permanen.

Menghindarinya? Biasakan tiap anggota keluarga menggunakan peralatan kecantikan sendiri-sendiri, termasuk sisir, topi, bandana, bando, pita, bahkan ikat rambut. Secara berkala cucilah sisir menggunakan sampo dan air hangat.

Jamur lain yang juga menyebabkan infeksi adalah jamur penyebab kurap Tinea capitis. Gejalanya berupa kulit kemerahan, bersisik dan terjadi penebalan/pembengkakan yang disertai rasa gatal yang amat mengganggu. Gangguan jamur ini dibedakan menjadi 3, yaitu black dot (bentuknya seperti pitak namun masih terdapat tunggul rambut), graypatch (rambut rontok sendiri tanpa ada tunggul rambut) dan kerion celsi. Kedua gangguan pertama masih bisa diatasi dengan sampo khusus dan obat antijamur. Sedangkan yang terakhir adalah gangguan yang paling parah yang menimbulkan nyeri dan gatal hebat. Kulit kepala penderita akan dipenuhi bisul dan koreng sehingga gangguan ini akrab disebut sarang tawon. Jika tak diatasi, infeksi jamur kerion bisa menyebabkan pitak permanen. Pengobatannya tidak cukup hanya dengan antijamur, tapi juga antibiotik.

UBAN

Yakni berubahnya warna rambut dari warna rambut secara keseluruhan. Ada yang disebut heterokromia, yakni sekelompok rambut yang berbeda warna dari kelompok rambut lainnya.

Contohnya, warna rambut di alis ataupun kumis dan jenggot pada kelompok berumur yang sedikit berbeda dari warna rambut di kepala. Ada juga yang berbeda warna rambutnya antara lokasi yang satu dari lainnya yang kemungkinan disebabkan oleh gangguan persarafan kulit. Pada kelainan yang dikenal sebagai Somatic mozaic ini akan dijumpai rambut berwarna putih sejumput-sejumput di lokasi tertentu.

Penyebab lainnya adalah kelainan genetik berupa albino yang biasanya bersifat parsial. Misalnya sejumput rambut di bagian depan kepala atau white forelock. Ada juga kelainan yang disebut poliosis akibat vitiligo, atau berhentinya pembentukan pigmen rambut. Akibatnya, kulit akan berwarna belang-belang putih dan rambut di bagian kulit tersebut juga berwarna putih.

Bila si kecil beruban, biasanya tim dokter akan mencari kaitannya dengan masalah endokrin/hormonal maupun masalah metabolisme. Bukan tidak mungkin kondisi ini terkait dengan penyakit lain, seperti kelainan saraf. Bisa jadi sebelumnya anak menderita penyakit tertentu dan begitu sembuh, muncullah uban tersebut.

Gangguan yang bersifat genetik biasanya tak bisa diapa-apakan. Jangan pernah mengecatnya karena dikhawatirkan malah berdampak buruk. Selain itu, lindungi tubuh anak, khususnya mata dari paparan sinar matahari secara langsung karena iris mata anak seperti ini tak memiliki pigmen sehingga tak terlindungi.

Bila penyebabnya adalah kondisi kurang gizi, tentu bisa diperbaiki dengan pemberian nutrisi yang baik. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, lama-lama bukan cuma uban, tapi rambut pun tidak tumbuh.(suaramedia)

Gallery

Terjemahkan Dan Pahami Tangisan Bayi Anda


 

inmagine.com

 

“Dari sejak si bayi lahir, Sebenarnya bayi Anda berusaha berkomunikasi dengan Anda. Ia akan secara konstan terus berusaha menyampaikan apa yang sedang ia butuhkan,” terang George Herman, ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, pada talkshow Memahami Baby Talk di RSIA Bunda beberapa waktu lalu. Pada usia 0-3 bulan hidupnya, kecerdasan bayi belum sepenuhnya terbentuk, karena itu ia tak bisa menyampaikan keinginannya. Karenanya, sebagai orangtua, kita harus memahami apa yang ingin disampaikan si bayi lewat tangisannya. Ya, tangisannya. Karena jika Anda jeli mendengar, ternyata tangisan-tangisan bayi tersebut sebenarnya memiliki arti tersendiri.

Menurut George Herman, bayi ingin menyampaikan kebutuhannya kepada siapa pun lewat tangisan. Pada talkshow itu, George Herman membagikan informasi mengenai Baby Talk, yang ditemukan oleh seorang wanita bernama Priscilla Dunstan. Priscilla memiliki kepandaian lebih dalam hal pendengaran. Ia memiliki kepekaan untuk mendengar suara. Ketika ia mendengar anaknya, Tomas menangis, makin hari ia pun mengenali adanya perbedaan akan kebutuhan si kecil. Dari sana ia mempelajari arti dari tangisan-tangisan bayi.

Dalam situsnya, Dunstanbaby.com, Priscilla mengatakan bahwa bayi akan menggunakan suara dan gerak tubuh untuk mengutarakan kebutuhannya. Suara-suara yang diciptakan bayi tidaklah acak. Bayi akan menciptakan suara yang muncul karena ia merespon kebutuhan fisiknya. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, tangisannya akan makin kencang dan bayi pun akan makin gusar.

“Menurut saya, memahami bahasa bayi itu sangat penting, karena hal ini akan membangun keintiman ibu dan anak, khususnya saat anak di usia 0-3 bulan,” ungkap Egidia, artis dan presenter yang sudah menerapkan metode Baby Talk ini dengan kedua anaknya. Egidia mengatakan, dengan memahami bahasa bayi, kita akan cepat tanggap akan kebutuhannya. Ketika kebutuhannya cepat ditanggapi, emosi anak pun akan makin baik. Misal, ketika, si bayi baru mendapatkan perhatian ketika sudah menangis kencang, ia belajar bahwa ketika ia butuh sesuatu ia akan menangis dengan kencangnya. Lalu di kali lain, ia secara otomatis belajar, bahwa ia harus menangis amat kencang agar kebutuhannya dipenuhi. Anak dan orangtuanya pun akan gusar dan sama-sama lelah.

Di acara tersebut, Egidia berbagi cerita, bahwa ia kerap kali mendengar orangtua baru lain mengeluhkan bahwa mereka kekurangan tidur karena si bayi terus menangis. Sementara ia, tak pernah merasa seperti itu, karena bayinya bisa tidur lelap di malam hari. Jika pun terbangun, Egidia bisa tahu kebutuhan si bayi apa, langsung ditanggapi, dan keduanya bisa langsung tidur kembali.

George Herman mengatakan, bahwa ada 5 kebutuhan dasar bayi, yakni; lapar karena ingin minum susu, mengantuk dan ingin tidur, ada gas yang ingin dikeluarkan lewat sendawa, dan perut bagian bawahnya sakit karena ingin keluar gas atau buang air.

Berdasarkan kebutuhan itu, si bayi secara refleks akan mengeluarkan suara lewat mulutnya. Untuk mengenali suara-suara tersebut dibutuhkan kejelian dari orangtua untuk mengerti dan mendengarkannya. Berikut apa yang dikatakan Priscilla Dunstan mengenai hasil tangisan si anak:

- Neh: ada suara “nnn” di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan ingin minum susu.

- Heh: ada suara “hhh” di depan tangisannya, yang berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah, tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.

- Eh: tak ada “N” atau “H” di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.

- Eairh: ada huruf “R” di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari perutnya.

- Aaw/owh: ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia akan dibawa tidur.

Menurut Priscilla, bahasa ini merupakan bahasa Universal, untuk seluruh bayi di seluruh dunia ini. Karena bahasa ini terucap berdasarkan refleks bayi akan kebutuhan tubuhnya. Jika Anda ingin mengenali lebih jelas suara-suara bayi tersebut, Anda bisa mencari bukunya di toko-toko buku, atau melihat dan mendengarnya lewat internet.(kompas.com)

 

Gallery

Mengapa Bayi Harus Dijemur Di Bawah Sinar Matahari?


inmagine.com

Banyak orangtua berpikir memberi bayi ASI dan susu formula cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Mereka tak sadar bahwa asupan gizi dari susu tak mampu mencukupi kebutuhan vitamin D pada bayi.

Penelitian terbaru di Amerika Serikat mengungkap, sebagian besar bayi tidak mendapat cukup asupan vitamin D, sekalipun diberi susu formula. Sebanyak sembilan dari 10 bayi yang diberi ASI menerima vitamin D di bawah level yang disarankan dokter.

Sementara studi Centers for Disease Control and Prevention mengungkap, 37 persen bayi yang mengasup susu formula bayi berisiko tinggi kekurangan vitamin D. “Kita harus mendidik agar ibu dan layanan kesehatan masyarakat menyertakan suplemen vitamin D,” kata Cria Perrine, ahli gizi yang terlibat dalam studi itu, seperti diberitakan dari Health.

Penelitian yang terbit pekan ini dalam Jurnal Pediatric menunjukkan risiko kesehatan akibat kekurangan vitamin D bagi anak dan dewasa. Vitamin D penting bagi kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan berbagai proses tubuh lainnya.

Terlalu sedikit vitamin D pada anak dikaitkan dengan tulang lunak, peningkatan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan rendahnya kolesterol baik (HDL) di kemudian hari.

Sedangkan defisiensi kekurangan vitamin D pada bayi memicu gangguan rakhitis atau lunak tulang, infeksi pernapasan dan penyakit kronis seperti diabetes tipe 1. Jumlah vitamin D yang dianjurkan harus dikonsumsi bayi dan anak-anak mencapai 200-400 mg setiap hari.

Selain suplemen vitamin D bagi ibu yang menyusui, menjemur bayi dan anak di bawah sinar matahari selama 10-15 menit akan meningkatkan proses produksi vitamin D pada tubuh bayi dan anak. Sinar matahari dikenal sebagai sumber utama vitamin D. Paparan sinar matahari akan merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D.

Wanita hamil dan menyusui pun sangat dianjurkan untuk mengasup vitamin D yang cukup setiap hari. Asupan vitamin D yang cukup bermanfaat untuk mencegah gangguan tulang.

Berdasar survei terhadap lebih 500 wanita, sekitar 3/4 atau 74 persen di antaranya tidak tahu bahwa wanita hamil rentan kekurangan vitamin D. Mereka juga tidak tahu bahwa vitamin D membantu menjaga tulang tetap sehat.

Hampir 2/3 atau 29 persen dari responden tidak menyadari bahwa sumber utama vitamin D diperoleh melalui sinar matahari. Mereka tidak tahu paparan sinar matahari akan merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D.

“Bahkan jika Anda mengkonsumsi makanan diet seimbang yang sehat sebelum dan selama kehamilan, Anda mungkin tidak akan mendapatkan cukup vitamin D untuk Anda dan bayi Anda,” kata Dr Minoo Irani, konsultan dokter anak dari NHS Berkshire East.

Vitamin D bermanfaat membantu tubuh menyerap kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan riketsia pada janin, yaitu suatu kondisi di mana tulang menjadi ringkih. Sementara bagi ibu hamil, bisa memicu osteomalasia atau gangguan nyeri pada tulang dan otot lemah.

Selain berjemur, wanita hamil juga perlu mengkonsumsi makanan mengandung vitamin D seperti margarin dan susu. Waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat sinar matahari penghasil vitamin D adalah antara pukul 10.00 hingga 14.00.

Di Inggris, seluruh wanita hamil wajib mengonsumsi suplemen vitamin D secara teratur hingga masa menyusui. Sebab, paparan sinar matahari di negara itu tak maksimal. Tambahan suplemen diperlukan sebagai tindakan pencegahan terhadap defisiensi gangguan tulang seperti rakitis pada bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun.

Untuk memaksimalkan program itu, Departemen Kesehatan Inggris menyediakan suplemen termasuk vitamin D gratis untuk para ibu hamil. Pemerintah setempat juga menyediakan vitamin tetes bagi anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Khusus di Indonesia, vitamin gratis bisa didapatkan melalui posyandu atau puskesmas setempat.(suaramedia.com)

Gallery

Kapan Bayi Bisa Mengangkat Kepalanya Sendiri?


Jakarta, Saat menggendong dan mengangkat bayi hal yang paling menjadi perhatian adalah kepalanya karena sangat lunglai alias belum bertenaga. Kapan bayi bisa mengontrol kepalanya sendiri?

Setiap bayi yang baru lahir belum memiliki kontrol yang bagus dengan kepalanya, karena berat kepala lebih besar dari berat badannya. Hal ini juga karena otot lehernya masih cukup lemah sehingga belum bisa menopang kepala.

Namun nantinya ia akan mampu mengembangkan keterampilan penting ini, karena mengontrol kepala merupakan landasan dasar dari semua gerakan seperti duduk dan berjalan.

Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (6/10/2010) bayi mungkin akan mampu mengangkat kepala ketika berusia sekitar 1 bulan dan mampu menahan kepala saat duduk sekitar usia 4 bulan. Otot leher dan kontrol kepala akan semakin kuat dan mantap saat bayi berusia 6 bulan.

Berikut perkembangan bayi dalam mengontrol kepalanya:

Bayi baru lahir

Saat baru lahir, bayi akan sepenuhnya bergantung pada orang lain terutama ibunya untuk menopang kepala dan leher. Kondisi ini akan berlangsung setidaknya pada bulan pertama atau lebih. Hal ini bisa membantu meningkatkan intensitas kontak mata dan ikatan antara bayi dan orangtua, terutama saat dalam buaian.

Usia 1-2 bulan

Pada akhir bulan pertama, bayi sudah bisa mengangkat kepalanya sebentar serta memutar ke sisi kanan dan kiri ketika sedang berbaring. Sekitar usia 6-8 minggu, ia sudah cukup kuat untuk mengangkat kepala dan ketika digendong di bahu sudah bisa menahan kepalanya meskipun dengan gemetar dan tidak lama. Sehingga ibu atau pengasuh masih harus membantu menopangnya.

Usia 3-4 bulan

Bayi akan dapat mengangkat kepala hingga 45 derajat saat tengkurap dan bisa dilakukan berulang-ulang kali. Otot lehernya pun sudah berkembang dan mulai cukup kuat untuk menopang kepala, namun orangtua harus tetap memberikan perhatian karena bayi belum sepenuhnya bisa mengontrol kepala sendiri.

Usia 5-6 bulan

Saat usia 5 bulan bayi sudah menunjukkan otot lehernya yang semakin kuat. Dan saat berusia 6 bulan, bayi dapat menahan kepalanya dengan mantap dan tegak serta akan lentur ke depan saat orang lain membantunya menarik ke posisi duduk.

Setelah bayi bisa mengontrol kepalanya dengan baik dan kuat, maka ia akan melanjutkannya ke posisi duduk, berguling dan merangkak. Pengendalian terhadap posisi kepala juga diperlukan untuk menelan makanan padat dan duduk di kursi yang lebih tinggi.(detikhealth.com)

Gallery

Manfaat Dan Tata Cara Pijat Bayi


Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk si kecil buah hati yang baru lahir ke dunia ini.

Bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur setiap hari menunjukkan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik ketimbang bayi-bayi yang tidak dipijat. Selain itu berat badan bayi prematur yg dipijat akan mengalami peningkatan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan yang tidak dipijat.

Dan hal ini telah dibuktikan oleh para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Miami pada tahun 1986. Dipimpin oleh Tiffany M Field PhD. Selain itu, katanya, bayi-bayi yang dipijat selama lima hari saja, daya tahan tubuhnya akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibanding bayi-bayi yang tidak dipijat.

Pijat bayi ternyata bukan hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan emosional bayi. Jika dilakukan oleh ayah misalnya, maka pijat bayi itu bisa meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada tubuh ibu dan disebut ”pemberdayaan ayah,” . Tapi bagaimana penjelasannya?

Ketika seorang ayah berinisiatif memijat si bayi, hal itu akan menimbulkan perasaan positif pada istri. Inisiatif suami ini membuat istri merasa disayang, nyaman, dan perasaan positif lainnya. Dan perasaan seperti ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Untuk diketahui, hormon ini sangat berguna untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian menunjukkan, 80 persen produksi hormon oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu.

Selain itu, pijat bayi akan membuat bayi cepat lapar. Makin banyak ASI disedot oleh bayi (menyusui), maka produksi ASI makin meningkat. Ini karena dalam proses produksi ASI berlaku hukum supply and demand. Artinya, makin banyak ASI dikeluarkan, makin banyak pula ASI diproduksi. Begitu pula sebaliknya.

Tata cara pemijatan

Mengingat manfaatnya yang tidak kecil, sudah sepantasnya para orangtua menerapkan terapi sentuhan ini pada bayi mereka. Bagaimana caranya, ikuti tips berikut ini.

Sebelum mulai memijat, lakukan beberapa langkah persiapan, yaitu:

* Mencuci tangan.

* Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.

* Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak pengap.

* Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.

* Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan

Proses pemijatan.

* Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih.

* Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman.

* Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajahnya sambil mengajak bicara.

Setelah melakukan persiapan itu, pemijatan bisa dimulai. Berikut ini contoh cara memijat beberapa bagian tubuh bayi:

*Pijat Kaki

Mulailah dengan memegang kaki bayi pada pangkal paha seperti cara memegang pemukul softball. Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian seperti memerah susu dan putar.

Pegang pangkal paha dengan tangan secara bersamaan memeras dan memutar kaki bayi dengan lembut dari pangkal paha ke arah mata kaki. Kemudian, telapak kaki diurut dengan dua ibu jari secara bergantian mulai dari tumit ke seluruh telapak kaki. Pijat jari kaki satu-persatu dengan memutar menjauhi telapak, diakhiri tarikan lembut di tiap ujung jari. Lalu, peras dan putar pergelangan kaki dengan ibu jari dan jari lain. Usap kaki bayi dengan tekanan lembut dari pangkal paha hingga akhir.

* Perut bayi

Pijat perut bayi dari atas ke bawah seperti gerakan mengayuh sepeda. Pijat perut mulai bagian kiri atas ke bawah dengan jari-jari tangan membentuk huruf I lalu L terbalik.

* Pijat dada

Buat gerakan ke atas sampai dengan bawah leher lalu ke samping kiri-kanan di atas tulang selangka membentuk gambar jantung lalu kembali ke ulu hati. Gerakan diagonal di dada (huruf X) dari kiri ke kanan.

* Pijat lengan bayi

Peras dan putar dengan kedua tangan dengan lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan. Pijat telapak tangan dengan ibu jari mulai telapak hingga jari-jari. Usap punggung tangan dari arah pergelangan ke jari-jari dengan lembut. Peras sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan telunjuk.

* Pijat muka

Letakkan ibu jari diantara alis mata si bayi. Pijat dengan ibu jari secara lembut pada alis dan di atas kelopak mata. Pijat dari pertengahan alis turun ke bawah melalui samping lipatan hidung.

* Pijat punggung

Tengkurapkan melintang. Pijat punggung dengan gerakan maju mundur sepanjang punggung mulai dari pantat hingga leher. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari mulai batas punggung sampai dengan pantat