Category Archives: Persalinan

Cara memperlancar persalinan, masalah dalam persalinan dan solusinya, merencanakan persalinan, tahap persalinan, proses bersalin, persiapan sebelum bersalin, dll.

Aerobik Air Kurangi Rasa Sakit Saat Persalinan

Kenapa Seleb Bisa Cepat Langsing Usai Melahirkan?

Efek Pemakaian Gurita Sehabis Melahirkan

Bila Bayi Tidak Segera Lahir

Resiko persalinan Induksi


 

inmagine.com

Induksi persalinan dapat dilakukan karena berbagai alasan, termasuk banyak alasan medis yang sah. Namun, kenaikan tingkat induksi sosial, atau induksi elektif terus meningkat. Sebagai tingkat induksi naik ada lebih banyak bayi dan ibu ditempatkan pada resiko komplikasi tertentu. Berikut adalah lima risiko induksi bahwa Anda mungkin tidak tahu tentang:

1. Peningkatan risiko denyut jantung janin abnormal, distosia bahu dan masalah lain dengan bayi di persalinan.
persalinan induksi dilakukan dengan campur tangan dalam proses alami tubuh, biasanya dengan obat kuat untuk membawa pada kontraksi atau perangkat yang digunakan untuk memecahkan air sebelum persalinan dimulai. Kedua jenis induksi dapat menyebabkan bayi untuk bereaksi dengan cara yang disebut gawat janin seperti yang terlihat dengan memantau janin.

Sifat induksi seperti kontraksi juga mungkin lebih kuat dari persalinan alami. Hal ini dapat menyebabkan bayi anda untuk berasumsi atau tinggal di posisi yang kurang menguntungkan bagi persalinan membuat persalinan lebih lama dan lebih menyakitkan bagi ibu. Hal ini juga dapat meningkatkan kebutuhan untuk intervensi lain juga.

# Peningkatan risiko bayi Anda yang dirawat di unit perawatan intensif neonatus (NICU).
Bayi yang lahir melalui induksi belum mengirim sinyal kepada ibu untuk memulai kerja. Ini berarti bahwa mereka hanya belum siap untuk dilahirkan. Risiko ini worth it jika bayi atau kehidupan ibu berada dalam bahaya, tetapi hanya untuk mengambil risiko untuk alasan elektif mungkin tidak disarankan.

Ketika bayi berada dalam unit perawatan intensif ada sedikit kemampuan bagi Anda untuk dengan bayi Anda atau untuk memegang bayi Anda. Menyusui biasanya mendapatkan dari awal yang berbatu juga. Hal ini biasanya dapat dihindari dengan melahirkan saat tubuh Anda dan bayi mengatakan itu adalah waktu.

# Peningkatan risiko forceps atau ekstraksi vakum digunakan untuk lahir.
bayi Ketika persalinan diinduksi cenderung untuk tinggal di posisi yang tidak menguntungkan, penggunaan anestesi epidural meningkat dan oleh karena itu perlu membantu kelahiran bayi melalui penggunaan tang dan ekstraksi vakum juga meningkat.

# Peningkatan resiko operasi caesar.
Kadang-kadang induksi persalinan tidak mengambil, tapi terlambat untuk mengirimkan rumah, bayi harus dilahirkan. Penyebab paling umum dari ini adalah bahwa kantong air telah rusak, baik secara alami atau melalui sebuah amniotomy. Karena risiko infeksi lebih besar, bayi Anda akan perlu dilahirkan melalui c-section.

Sebuah sesar di induksi juga lebih mungkin untuk alasan malpresentation (posterior, dll) serta gawat janin.

# Peningkatan resiko terhadap bayi prematur dan penyakit kuning.
Induksi dapat dilakukan sebelum bayi Anda siap untuk dilahirkan, karena tanggal jatuh tempo Anda tidak aktif atau karena bayi Anda hanya perlu lebih banyak waktu dalam kandungan untuk tumbuh dan matang paru-paru mereka. Bayi Anda mungkin juga lebih mungkin menderita penyakit kuning pada atau dekat lahir karena induksi. Hal ini dapat mengakibatkan perawatan medis lainnya serta tetap di rumah sakit untuk bayi Anda.

Terlahir bahkan seminggu atau dua dini dapat mengakibatkan bayi menjadi prematur waktu dekat atau terlambat. Ini berarti bahwa bayi Anda cenderung memiliki lebih banyak kesulitan bernapas, makan dan menjaga suhu.
sumber : http://pregnancy.about.com

Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan?


inmagine.com

Anda ingin mencoba paket perawatan tradisional paska persalinan? Boleh saja, asal tahu tujuan dan caranya. Sebenarnya sejauh mana manfaat dan keamanannya? Simak jawabannya dari dr. Dewi Prabarini S. Soeharto, SpOG berikut ini.

1. JAMU BERSALIN. Jamu bersalin biasanya dibagi menjadi 3 bagian, yakni yang diminum 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga.  Manfaatnya antara lain mengencangkan otot-otot perut yang kendur, mengembalikan stamina, memperlancar ASI, membersihkan darah kotor dalam rahim, membantu pemulihan luka, dan membantu proses pengerutan rahim ke ukuran semula.

  • Apakah  ibu yang baru melahirkan boleh mengonsumsi jamu bersalin? Pada prinsipnya, ibu yang baru melahirkan boleh mengonsumsi jamu bersalin. Namun, bagi yang memiliki gangguan fungsi hati, misalnya hepatitis B positif atau pernah mengalami sakit kuning, sebaiknya tidak mengonsumsi jamu, mengingat jamu dimetabolisme di hati. Atau yang mengalami komplikasi saat persalinan, misalnya rahim robek, jamu bisa membuat kontraksi rahim berlebihan.
  • Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat jamu bersalin tersebut? Jamu bisa membantu agar proses nifas  berlangsung tepat waktu, yakni kurang lebih 40 hari.
  • Bagaimana jika ada obat-obatan dari dokter yang harus diminum ibu? Sebaiknya, tanyakan dulu pada dokter apakah boleh mengonsumsi jamu bersalin atau tidak. Jika boleh, jangan konsumsi jamu bersama-sama dengan obat dokter. Mungkin, perlu diberi jeda waktu 1-2 jam.
  • Adakah hal-hal yang perlu diwaspadai pada bayi? Pada bayi, walaupun sedikit, jamu pasti keluar di ASI. Jika bayi  menjadi diare,  misalnya, maka   berarti  ia tidak toleran terhadap jamu bersalin yang diminum ibunya.

2. PILIS. Digunakan dengan cara mengoleskannya memanjang menutupi dahi. Manfaatnya antara lain untuk menghilangkan rasa pening, menjaga kesehatan mata, mengobati sakit kepala, dan mencegah naiknya darah putih ke kepala.

  • Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat dari pilis? Sebenarnya, dari segi kesehatan, manfaatnya agak  meragukan. Pening yang dirasakan ibu yang baru melahirkan, misalnya, mungkin karena ia kurang tidur. Obatnya ya tidur. Istilah darah putih naik ke kepala juga tidak ada.
  • Risiko gangguan mata apa yang mungkin dialami oleh ibu yang baru melahirkan? Gangguan mata, seperti pandangan jadi kabur, bisa saja terjadi. Khususnya pada ibu yang mengalami tekanan darah tinggi atau bengkak. Cara mencegahnya dengan mengurangi konsumsi garam dan cukup tidur.

3. PARAM. Digunakan dengan cara mengoleskannya ke seluruh tubuh, kecuali daerah payudara dan perut. Tujuannya antara lain untuk   mengatasi pembengkakan yang dialami oleh ibu yang baru melahirkan.

  • Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh menggunakan param? Ya, sejauh kulitnya tidak sensitif dan paramnya tidak terlalu kental. Param punya efek menghangatkan. Jika terlalu hangat, bisa “membakar” kulit. Jadi, perhatikan cara memakainya.
  • Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat dari param?  Param bisa membantu mengurangi rasa pegal pada otot-otot tangan dan kaki ibu yang baru melahirkan,  karena bisa mengatasi bengkak yang terjadi di sana.  Hindari daerah payudara dan perut, karena kedua daerah ini mayoritas jaringannya lemah.  Param  “bekerja” pada otot.

4. TAPEL. Dicampur dengan kapur sirih dan air jeruk nipis, dibalurkan  pada perut sebelum ibu mengenakan bengkung/stagen. Tujuannya antara lain untuk mengurangi rasa sakit-sakit di perut, mengempiskan perut serta memulihkan kondisi kulit perut.

  • Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh memakai tapel? Ya, jika ibu bersalin secara alami. Jika ibu bersalin lewat operasi, tapel tidak boleh digunakan sampai luka operasinya dinyatakan baik oleh dokter, atau kira-kira sampai 2 minggu setelah melahirkan. Namun pemakaian tapel ini sebaiknya  tidak kena daerah yang ada luka operasinya.
  • Sejauh mana efektifitas penggunaan tapel? Tapel menghangatkan perut yang membuat usus bekerja atau berkontraksi lebih cepat sehingga angin yang berada di dalamnya bisa keluar dengan mudah, sendawa lebih mudah dan perut terasa kempis. Air kapur sirih dan jeruk nipis memiliki sifat anti selulit. Hanya saja, kalau kulitnya sensitif, atau terlalu banyak kapur sirihnya, maka bisa timbul luka bakar. Tapel sifatnya membantu proses pembakaran lemak bawah kulit. Kalau lemaknya berkurang, kulit yang tadinya meregang juga lebih cepat bertemu.

5. BENGKUNG/STAGEN. Alat ini umumnya terbuat dari kain. Ukurannya beragam. Kini sudah ada bentuk yang lebih praktis dan mudah digunakan. Manfaatnya untuk  membantu mengempiskan perut dan membuang angin dalam rongga perut.

  • Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh memakai bengkung?  Boleh, asal cara memakainya benar, terutama untuk ibu yang bersalin lewat operasi.  Bengkung sebaiknya dimulai dari bagian bawah luka operasi (setinggi panggul) sampai sedikit di atas pusar. Jangan terlalu tinggi, karena di situ ada lambung dan paru-paru. Luka operasi yang tertekan bengkung efeknya sama dengan tulang patah yang digips. Luka jadi diam dan rapat sehingga cepat menutup.  Untuk ibu yang bersalin normal, gerak geriknya jadi perlahan, dan duduk juga tidak mengangkang. Hal ini baik untuk pemulihan luka.
  • Sejauh mana efektivitas penggunaan bengkung dalam membantu mengempiskan perut? Cara paling efektif untuk mengempiskan perut adalah dengan senam nifas untuk melatih otot perut, dan mengurangi konsumsi lemak. Pemakaian bengkung bisa membuat kita tertipu karena kita merasa perut sudah kempis. Bengkung sifatnya hanya membuat perut terasa lebih nyaman. Selain itu, bengkung juga  membantu penyerapan tapel sehingga efek pembakar lemaknya bekerja lebih efektif. Sama seperti orang habis creambath yang kepalanya ditutup handuk.
  • Apakah bengkung harus  dipakai sepanjang hari? Sebaiknya tidak karena kulit  perlu bernapas. Jadi, malam hari sebaiknya dibuka saja. Untuk hasil optimal,  bengkung dipakai sampai 3 bulan.

Artikel Terkait :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 624 other followers

%d bloggers like this: