Gallery

Payudara Saat Hamil Alami Perubahan


Ukuran payudara bisa berubah seperti membesar, terutama ketika seseorang sedang hamil. Tapi perubahan apa saja yang dialami payudara saat hamil?

Payudara merupakan bagian tubuh yang sensitif serta memiliki struktur fisiologis yang kompleks. Bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan kelenjar susu. Umumnya perubahan payudara mulai terjadi setelah ia mengalami pubertas.

Ketika seseorang hamil atau menyiapkan diri untuk menyusui, maka ukuran payudara secara otomatis akan membesar. Ini dia perubahan yang terjadi pada payudara saat hamil, seperti dikutip dari ABCNews, Sabtu (23/4/2011) yaitu:

Trimester pertama

Pada tahap awal kehamilan ini aerola payudara akan berwarna lebih gelap dan warna puting menjadi lebih dalam sehingga nantinya memudahkan bagi bayi untuk menemukan sumber makanannya. Selain itu meningkatnya kadar hormon akan merangsang pertumbuhan dan perluasan dari lobulus payudara yang merupakan penghasil susu.

Trimester kedua

Pada tahap ini payudara mulai memproduksi dan menyimpan susu yang disebut dengan kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan yang akan memberikan makanan bayi selama beberapa hari pertama kelahiran. Kolostrum ini juga mengandung zat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh serta melindungi bayi dari infeksi.

Pada minggu ke-16, payudara sudah siap untuk menyusui. Kondisi ini untuk meningkatkan kesempatan bagi bayi prematur agar bisa bertahan hidup yang mengandung tinggi protein, zat besi, sodium, lemak dan sifat anti-infeksi.

Pada minggu ke-24, aliran darah ke payudara akan berlipat ganda dan akan terus stabil sampai kelahiran. Hal ini untuk mendukung produksi susu secara berkelanjutan.

Trimester ketiga

Di dalam alveoli payudara sel kecil yang berfungsi memproduksi susu mulai berkembang biak dan akan bekerja terus hingga akhirnya penuh dengan kolostrum.(detikhealth)

Gallery

4 Cara Turunkan Berat Badan Setelah Melahirkan


Perempuan setelah melahirkan biasanya punya program utama menurunkan berat badan dan memiliki tubuh seperti dulu. Ada 4 cara sehat yang bisa dilakukan tanpa obat-obatan, karena obat pelangsing mempengaruhi ASI.

Peneliti telah menemukan kehamilan menjadi salah satu penyebab utama kenaikan berat badan perempuan. Hal ini telah diteliti secara ilmiah selama dua dekade terakhir. Tapi bukan berarti seorang perempuan tidak akan gemuk jika ia tidak hamil, karena banyak faktor lain yang bisa mempengaruhinya.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity tahun 2000 menemukan bahwa sebesar 6 persen perempuan memiliki kelebihan berat badan setelah melahirkan anak pertamanya. Penelitian ini diikuti oleh 1.300 perempuan sehat yang melahirkan antara tahun 1980-1990.

“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan yang mempertahankan berat badannya setelah kehamilan akan membuat perempuan tersebut menjadi gemuk dan memiliki risiko kesehatan seperti diabetes atau jantung,” ujar Prof Raul Artal, MD, ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi serta Kesehatan Perempuan di Saint Louis University Medical School, seperti dikutip dari Sheknows, Sabtu (16/10/2010).

Dr Artal menuturkan tidak ada rumus ajaib untuk menurunkan berat badan setelah memiliki bayi. Pertambahan berat badan saat hamil terjadi secara bertahap, maka penurunannya pun harus bertahap sehingga bisa mempertahankan berat badan idealnya dalam jangka waktu panjang.

Ada 4 tips yang diberikan oleh Dr Artal dalam hal menurunkan berat badan setelah melahirkan, yaitu:

1. Menyusui

Banyak rumor beredar mengenai efek menyusui terhadap tubuh perempuan, seperti payudara menjadi kendur atau menimbulkan stretch mark. Tapi rumor tersebut tidaklah benar, karena menyusui adalah cara yang mudah dan sehat untuk menurunkan berat badan.

Dr Artal menuturkan menyusui tidak hanya menguntungkan bagi bayi yang baru dilahirkan, tapi juga untuk ibunya. Rata-rata perempuan yang menyusui bisa membakar lebih dari 600 kalori per harinya.

2. Bergerak

Melakukan aktivitas fisik tidak terbatas harus berolahraga, seperti ke pusat kebugaran, tenis atau basket. Tapi berjalan kaki, bersepeda atau mengurus bayinya sehari-hari bisa membantu membakar kalori.

Jika perempuan memberikan ASI eksklusif dan mengurus bayinya sendiri, maka kedua hal tersebut akan sangat membantunya mengurangi berat badan.

3. Memiliki pemikiran makan untuk satu orang

Setelah bayinya dilahirkan, maka hilangkan ungkapkan harus makan untuk dua orang karena kondisi ini justru akan menambah berat badannya.

Dr Artal merekomendasikan bagi perempuan yang baru melahirkan untuk berpesta makanan padat nutrisi seperti sayuran, daging tanpa lemak dan karbohidrat kompleks yang akan membuatnya merasa kenyang lebih lama.

4. Meminta bantuan profesional

Jika berat badan tak juga turun meskipun sudah melakukan lengkah-langkah tersebut, Dr Artal menyarankan untuk konsultasi dengan dokter kandungan atau ahli gizi.

Hal ini penting karena ibu menyusui tetap harus mendapatkan asupan gizi yang baik agar bayi yang disusui terpenuhi nutrisinya.

Perawatan Kecantikan Aman untuk Ibu Hamil


inmagine.com

Selain beberapa bahan kosmetik yang perlu dihindari selama hamil, ada beberapa perawatan kecantikan yang boleh dan tidak boleh dilakukan semasa kehamilan. Berikut ini adalah daftar populer produk yang aman untuk digunakan selama kehamilan.

- Krim Kulit
Sebagian besar peneliti menganggap penggunaan krim lotion selama kehamilan aman, karena tidak masuk dalam aliran darah. Selain itu, krim juga dapat membantu meningkatkan percaya diri dan membantu Anda merasa ‘bercahaya’ sepanjang kehamilan. Meski begitu, ada sebagian wanita yang merasa bau lotion terlalu menyengat sehingga memilih untuk tidak menggunakannya.

- Bikini Wax
Sebenarnya bikini wax cukup aman tetapi akan lebih menyakitkan jika dilakukanselama kehamilan. Jika Anda memiliki toleransi sakit yang tinggi, Anda mungkin bisa melanjutkan wax biasa tanpa khawatir. Namun, sebagian wanita merasa pembuluh darahnya rusak setelah diwax.

- Facial
Tidak masalah untuk dilakukan selama hamil. Hanya sebaiknya beritahukan kepada petugas facial bahwa Anda sedang hamil untuk menjaga kemungkinan kulit Anda lebih sensitif saat hamil.

– Produk Kosmetik

Yang perlu diperhatikan dalam memilih kosmetik yang aman selama kehamilan adalah pastikan tidak menggunakan campuran bahan kimia atau vitamin yang dapat mengurangi tanda-tanda penuaan karena dapat membahayakan janin.

Namun, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dihindari karena peneliti tidak jelas apakah produk ini aman atau tidak. Dalam beberapa kasus, hal demikian terjadi karena kurangnya penelitian pada produk-produk yang bersangkutan.

Ada beberapa perawatan yang sebaiknya Anda hindari selama hamil.

- Bleaching
Jika Anda terbiasa memutihkan rambut di tubuh Anda, mungkin sebaiknya berhenti selama kehamilan. Walaupun hingga saat ini belum ada fakta yang menunjukkan penggunaan pemutih dapat menyebabkan bayi cacat saat lahir.

- Hair Depilatories
Masih belum ada kepastian apakah hal itu boleh dilakukan atau tidak selama hamil. Beberapa dokter merasa baik-baik saja karena mereka tidak percaya itu dapat diserap ke dalam tubuh.

- Mewarnai rambut
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa penyorotan aman dilakukan selama kehamilan. Penyorotan biasanya tidak melibatkan penerapan langsung pewarna kimia pada kepala. Beberapa studi menunjukkan bahwa ada senyawa dalam cat rambut yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir.

- Botox
Kebanyakan dokter beranggapan bahwa suntikan botox untuk wajah akan beredar ke dalam aliran darah dan membahayakan bayi. Namun demikian botox adalah racun. Sebaiknya, tunda melakukannya hingga Anda melahirkan.

- Body Wraps
Setiap jenis pembungkus tubuh yang menimbulkan panas pada tubuh, termasuk menutupi perut, mungkin tidak aman selama kehamilan. Sebuah pembungkus tubuh juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Terlalu panas juga dapat meningkatkan risiko bayi cacat tabung saraf.

Yang perlu diingat, ketika Anda ragu, sebaiknya selalu merujuk kepada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan dari setiap produk kecantikan atau perawatan ketika hamil. Atau, lebih baik menghindarinya daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

Artikel Populer :

Tips Jitu atasi gatal saat hamil


inmagine.com

Saat hamil terutama memasuki trimester ketiga, rasa gatal juga menjadi salah satu gangguan ibu hamil. Rasa gatal ini terjadi bervariasi, dari yang ringan hingga yang cukup berat. Rasa gatal tersebut biasanya disebabkan oleh PUPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy), kulit kering maupun peregangan kulit akibat membesarnya rahim. Untuk mengatasi rasa gatal tersebut, Okbangetz bakal ngebagi tips buat bunda :)

  1. Mandilah dengan menggunakan air dingin. Jangan menggunakan air panas karena justru akan memicu rasa gatal makin menjadi.
  2. Saat terasa gatal, jangan menggaruk kulit anda. Cukup oleskan body lotion atau body butter.
  3. Gunakan sabun dengan kadar PH rendah.
  4. Pilihlah pakaian yang terbuat dari katun.
  5. Jangan menggosok kulit saat menyeka badan usai mandi. Cukup ditepuk-tepuk saja.
  6. Jika rasa gatal tak kunjung reda dan sangat mengganggu, segera hubungi dokter agar mendapat pengobatan yang tepat dan aman.

Gejala PUPP biasanya akan menghilang dengan sendirinya usai melahirkan, moga tips sehat hari ini bermanfaat buat Bunda :)

Manfaat Renang Bagi Ibu Hamil


inmagine.com

Berenang juga bisa menjadi pilihan buat ibu hamil untuk berolahraga. Namun ada beberapa rambu-rambu jika ibu hamil ingin berenang. 

Ada beberapa manfaat dari olahraga renang bagi ibu hamil. Dengan berenang dapat membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak, meringankan rasa mual yang muncul selama kehamilan, dan menjaga kesehatan jantung. Keberadaan air juga bisa mengurangi beban atau tekanan pada sendi dan otot, serta memperkuat otot-otot, termasuk otot di sekitar panggul yang bisa membantu memudahkan proses persalinan.

Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin berenang:

  • Berenanglah dengan santai, jangan membuat gerakan yang menyentak. Jika lelah, coba mengapungdan relaks.
  • Pilih pakaian renang yang nyaman, yang tidak menekan perut.
  • Suhu air tidak terlalu dingin atau panas.
  • Waktu berenang antara 20 – 30 menit. Jangan lebih lama, karena dapat meningkatkan suhu dalam kandungan.
  • Agar tidak terpeleset, gunakan sepatu atau alas kaki anti-slip (aqua shoes).
  • Jika tidak bisa berenang, jalan-jalanlah di kolam renang berair dangkal. Atau, pegang satu sisi pinggir kolam renang, lalu lakukan gerakan menendang secara perlahan. Tangan bisa membuat gerakan bentuk lingkaran besar.
  • Jika sebelumnya jarang berenang, mulailah 5 – 10 menit. Secara bertahap tambah 1 – 2 menit setiap minggu. Lakukan 2 – 3 kali seminggu.
Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, berenang bisa dilakukan sejak kehamilan trimester pertama sampai ketiga, namun sebaiknya lebih hati-hati saat kandungan menginjak 7 bulan atau lebih. Di usia ini, keseimbangan ibu hamil sudah berkurang sehingga risiko terjatuh atau terpeleset lebih besar.